Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sejumlah warga Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Aceh, masih bertahan di gubuk pengungsian. Di tengah segala keterbatasan, mereka terpaksa menyambut dua kali Lebaran tanpa rumah dan kehidupan yang layak.

Sejumlah warga Desa Pante Lhong, Bireuen, Aceh, yang terdampak banjir bandang pada akhir November tahun lalu, hingga kini masih tinggal di gubuk pengungsian dengan kondisi serba terbatas.

Seperti yang dialami keluarga Usman Amiryddin. Saat itu, rumah miliknya luluh lantak diterjang banjir.

Di gubuk yang dibangun dari sisa material akibat banjir inilah ia tinggal bersama keluarga dengan kondisi seadanya.

Hidup dalam keprihatinan membuat mereka terpaksa menyambut dua kali Lebaran tanpa rumah dan kehidupan yang layak.

Kini, enam bulan pasca banjir, mereka hanya bisa berharap ada kepastian bantuan rumah layak huni dari pemerintah.

#aceh #pengungsian #iduladha

Baca Juga Diduga Terpeleset, Panitia Kurban Tewas Tenggelam di Sungai Musi saat Cuci Babat | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/671470/diduga-terpeleset-panitia-kurban-tewas-tenggelam-di-sungai-musi-saat-cuci-babat-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/671472/warga-aceh-yang-masih-bertahan-di-pengungsian-rayakan-idul-adha-berita-utama
Transkrip
00:00Sejumlah warga desa Pantelong, kecamatan peusangan Biren Aceh masih bertahan di gubuk pengungsian.
00:06Di tengah segala keterbatasan, mereka terpaksa menyambut dua kali lebaran tanpa rumah dan kehidupan yang layak.
00:17Sejumlah warga desa Pantelong, Biren Aceh yang terdampak banjir bandang pada November tahun lalu
00:22hingga kini masih tinggal di gubuk pengungsian dengan kondisi serba terbatas.
00:27Seperti yang dialami keluarga Usman Amiridin, saat itu rumah miliknya luluh lantah diterjang banjir.
00:34Di gubuk yang dibangun dari sisa material akibat banjir inilah, ia tinggal bersama keluarga dengan kondisi seadanya.
00:41Dalam keprihatinan, membuat mereka terpaksa menyambut dua kali lebaran tanpa rumah dan kehidupan yang layak.
00:48Tolonglah kami Pak, sudah dua kali lebaran kami masih di pengungsian Pak.
00:54Itu yang kami butuhkan memang rumah, Pak.
00:58Kalau rumah Bapak sebelumnya?
01:00Rumah Bapak sebelumnya sudah dibawa arus, Pak.
01:03Ya, sudah enam bulan berarti kami tinggal di pengungsian, Pak.
01:07Tolong Bapak perhatian terhadap raya kecil ini, Pak.
01:12Kini enam bulan pasca banjir, mereka hanya bisa berharap ada kepastian bantuan rumah layak uni dari pemerintah.
Komentar

Dianjurkan