Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Ketua KPK Abraham Samad menilai pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejaksaan Agung merupakan langkah yang tepat.

Menurutnya, proses tersebut penting agar penegakan hukum berjalan secara adil sekaligus menghindari potensi benturan yang semakin keras antara aparat penegak hukum.

Abraham Samad juga menegaskan bahwa pelimpahan perkara dapat mencegah munculnya asumsi publik bahwa Polri memiliki agenda tertentu dalam menetapkan oknum dari institusi kejaksaan sebagai tersangka.

Ia berharap seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tetap terjaga.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/680191/eks-ketua-kpk-abraham-pelimpahan-kasus-eks-jampidsus-ke-kejagung-cegah-asumsi-polri-punya-agenda
Transkrip
00:00Kenapa kepolisian memberikan perkara ini kepada kejaksaan?
00:05Mungkin supaya tidak terjadi benturan yang terlalu keras.
00:08Atau juga mungkin menjaga tuduhan-tuduhan atau persepsi-persepsi
00:14bahwa kepolisian punya agenda-agenda tersendiri.
00:18Jadi sebenarnya kalau kita lihat ya,
00:21pelimpahan ini masih dalam tahap penyidikan.
00:24Belum masuk ke P21 karena tadi baru ditetapkan sebagai tersangka.
00:30Pertanyaannya kenapa kepolisian memberikan perkara ini kepada kejaksaan?
00:36Mungkin supaya tidak terjadi benturan yang terlalu keras.
00:39Atau juga mungkin menjaga tuduhan-tuduhan atau persepsi-persepsi
00:45bahwa kepolisian punya agenda-agenda tersendiri
00:49untuk mentersangkakan oknum kejaksaan.
00:51Kira-kira seperti itu.
00:52Sehingga dicapailah sebuah kesepakatan bahwa kasus ini
00:55mulai dari tahap penyidikan itu dilimpahkan ke kejaksaan.
00:59Karena saya lihat tadi ada juga teman-teman dari Komisi 3 ya
01:02yang turut menengah ya.
01:05Dan menurut saya ini langkah yang cukup bagus menurut saya ya.
01:09Transparan.
01:10Tapi yang paling penting sebenarnya yang kita harus kawal betul
01:15bahwa kasus ini haruslah adil ya.
01:20Maksudnya harus dijalankan pada prinsip-prinsip keadilan.
01:25Kenapa harus dijalankan pada prinsip-prinsip keadilan?
01:28Agar supaya masyarakat tidak a priori ya.
01:32Karena kita tahu betul bahwa
01:34tahu dari kasus ini adalah pengembangan dari tiga kasus besar.
01:38Dan tiga kasus besar itu yang sedang ditangani oleh kepolisian.
01:41Oleh karena itu perlu ada transparansi yang jelas ya
01:44tentang perkara-perkara pokoknya.
01:46Karena kalau tidak kita khawatir nanti
01:49masyarakat menganggap bahwa sebenarnya kasus ini adalah
01:52perang antara institusi aparat penegak hukum.
01:55Oleh karena itu menjadi penting bahwa
01:58kasus ini harus diterusuri dengan adil.
02:02Dibukan secara adil agar supaya masyarakat bisa mengawasi,
02:06bisa mengikuti dengan baik.
02:07Agar supaya ketika kasus ini bergulir sampai ke pengadilan
02:11ada trust masyarakat bahwa kasus ini benar-benar kasus korupsi.
02:16Karena jangan sampai ada persepsi di luar ini
02:18bahwa kasus ini adalah perang
02:21atau boleh dikatakan
02:23kasus ini adalah kepentingan-kepentingan pihak-pihak tertentu.
02:26Atau boleh juga dikatakan bahwa
02:28sebenarnya ini ada peran dari oligarki hitam
02:31yang terlibat di dalamnya.
02:33Kira-kira seperti itu.
02:34Kalau kita lihat ya, bagaimana bisa
02:36meriksa secara independen ketika
02:39kemudian memeriksa ini juga
02:42Febri ini yang memeriksa Febri adalah
02:45orang yang pernah menjadi bawahan dari Febri Adriansyah.
02:48Kalau menurut Pak Sabat.
02:50Kalau saya lihat ya,
02:51saya tetap percaya pada institusi kejaksaan maupun kepolisian
02:55bahwa kasus ini akan diperiksa secara adil.
02:57Kenapa? Karena kasus ini sudah menjadi domain publik.
03:01Semua orang sudah menyoroti.
03:02Semua orang sudah mengawasi.
03:04Jadi agak kesulitan misalnya
03:06kalau ada orang yang ingin bermain di kasus ini.
03:08Oleh karena itu menurut saya
03:10ini menjadi sesuatu yang
03:12sangat menarik untuk disikapi ya
03:14dan diikuti.
03:15Karena apa?
03:16Ini akan berkembang jauh.
03:17Karena kalau kita menggunakan TPPU
03:19itu akan kelihatan tuh.
03:21Karena ada prinsip
03:22follow the money, follow the suspect ya.
03:24Jadi akan kelihatan tuh.
03:26Kemana aliran-aliran dana
03:28dari hasil korupsi itu.
03:30Jadi masyarakat akan melihat
03:32siapa-siapa sih nantinya akan terlibat.
03:34Karena saya sangat yakin
03:35bahwa kalau kasus ini ditelusuri dengan baik,
03:39diprofil dengan baik,
03:40maka akan kelihatan tuh.
03:42Karena ada prinsip di TPPU itu ya.
03:44Sehingga ini akan terbuka semua.
03:46Dan ada peran-peran juga
03:48yang sangat signifikan
03:50di dalam tindak pindah
03:51dan pencucian uang.
03:52Yang itu akan harus digali ya.
03:54Akan dibongkar.
03:55Ada yang disebut gatekeeper.
03:57Gatekeeper itu adalah
03:58ada institusi ya.
04:00Ada institusi atau orang-orang tertentu
04:03yang menampung
04:04duit-duit dari hasil korupsi itu
04:07yang kemudian disamarkan.
04:09Seolah-olah hasil itu menjadi
04:11uang yang legal, bukan uang yang ilegal.
04:14Kira-kira begitu.
04:15Dan biasanya institusi-institusi itu
04:17bukanlah institusi-institusi
04:20apa itu, finance institusional ya.
04:22Jadi dia bukan institusi finansial yang resmi,
04:26misalnya perbankan dan lain sebagainya.
04:28Karena itu akan mudah dideteksi.
04:30Kira-kira seperti itu catatan saya.
04:32Oke, kalau...
04:33Kira-kira seperti itu.
04:34Kira-kira seperti itu.
04:47Terima kasih telah menonton
05:12Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan