00:00Kericuhan di UGM terjadi di tengah meluasnya aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di sejumlah kota termasuk Yogyakarta.
00:08Badan eksekutif mahasiswa UGM, SEMA UGM terutama yang sekarang berubah nama, dianggap salah satu yang paling lantang bersuara.
00:15Saya masih berdiskusi dengan Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, dan Pegiat Media Sosial Ade Armando.
00:21Menyambung pertanyaan saya sebelumnya, saya harus kasih kesempatan ke Mesa karena ini menyinggungnya mahasiswa.
00:26Dalam akun Instagramnya Bang Ade Armando hari ini, 18 Juni, yang mengunggah komentar atas aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa.
00:35Dan dia bilang tuntutan mahasiswa kurang menunjukkan pemahaman yang cukup mengenai apa yang terjadi.
00:41Dan di bagian akhir video itu disampaikan, kritik yang baik bukan hanya melihat kesalahan, tapi mampu lihat apa yang salah
00:47dan apa yang telah diperbaiki.
00:49Sepakat gak soal itu?
00:50Tergantung mahasiswa mana yang dimaksud sebetulnya.
00:52Karena ada beberapa mahasiswa juga bahkan akhir-akhir ini kan memang punya opini atau punya gerakan yang cukup bisa dilihat
01:03sendiri.
01:03Tapi kalau misalkan yang dimaksud adalah Gajah Mada, yang dimaksud adalah UI atau kampus-kampus ternama,
01:10agaknya mungkin riset kami setidak-tidaknya seringkali pasti merujuk pada argumen-argumen ataupun data-data yang valid.
01:20Dalam hal ini juga kami menjalankan tanggung jawab kami sebagai mahasiswa yang punya integritas akademik.
01:26Di kelas pun kita untuk menyelesaikan paper tugas itu harus menggunakan citasi yang baik, sumber yang kredibel, apalagi di organisasi.
01:35Kira-kira begitu sih.
01:36Kalau kemudian disebutkan dalam video yang sama juga nih Bang Ade bilang dalam tanda kutip, maaf, dangkal.
01:43Mungkin Mas Ade yang dimaksud itu siapa?
01:46Coba, Bang Ade, memenjurus ke siapa sih dari sekian banyak aksi unjuk rasa itu.
01:51Oke, saya harus katakan ya, yang video yang Anda kutip itu, yang Anda jadikan rujukan itu, bukan untuk mengomentari gerakan
01:59yang kemarin itu.
02:00Oke.
02:00Tapi kan ada beberapa, termasuk UI sebetulnya. Saya sendiri dulu kan dosen UI ya.
02:05Misalnya saya mau bilang begini, saya suka kalau mahasiswa itu bersikap kritis.
02:11Harus malah.
02:12Karena mahasiswa adalah kalangan yang secara khusus dipandang masyarakat sebagai mereka yang pintar.
02:20Mereka yang berilmu pengetahuan.
02:22Mereka yang diberi kesempatan untuk sekolah lebih tinggi dari teman-teman yang lain.
02:28Dan mereka belajar ilmu pengetahuan yang bisa mereka manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
02:34Jadi harus digunakan.
02:36Jadi harus kritis.
02:37Kalau pemerintah yang salah harus dikritik.
02:40Persoalannya, saya lihat misalnya dalam kasus, saya minta maaf, saya harus komentari yang tidak hadir di sini jadinya ya.
02:49Dalam kasus UI misalnya.
02:51Tapi kalau kritik ini Anda juga lontarkan, saya ingin Anda jelaskan.
02:55Misalnya salah satu tuntutan dari mahasiswa UI adalah turunkan harga BBM.
03:03Buat saya, pernyataan itu tidak lengkap, tidak jelas, dan apa sebetulnya maksudnya.
03:10Misalnya begini, turunkan BBM itu apa?
03:12Kalau Pertamax, saya akan bilang kenapa Pertamax jadi dipersoalkan oleh mereka.
03:17Karena yang kena banget oleh masyarakat kan bukan yang Pertamax.
03:21Pertamax itu memang ditujukan kepada kalangan menengah ke atas misalnya.
03:25Karena dia memang mahal.
03:27Dia memang mengikuti harga pasar.
03:29Kalau dia mengikuti harga pasar, ya memang harganya sebenarnya dari sejak dua bulan yang lalu harusnya dinaikkan.
03:35Indonesia adalah salah satu negara yang paling belakang nih, di Asia Tenggara aja.
03:40Yang menaikkan harga-harga BBM-nya.
03:42Karena selama ini pemerintah berhasil menekan jangan sampai naik harganya.
03:46Tapi ujung-ujungnya nggak tahan.
03:48Karena perang terus-menerus terjadi.
03:52Kurs mata uang asing juga terus meningkatkan.
03:55Jadi terpaksa dilakukan.
03:57Kalau mahasiswa punya penjelasan yang baik mengenai itu, harusnya dilontarkan saja.
04:02Sederhananya Anda mau bilang kebebasan berpendapat juga ada batasnya, begitu?
04:07Batasnya dalam arti gini.
04:08Anda boleh mengajukan gagasan-gagasan yang sangat kritis sekali.
04:13Sangat kritis gitu ya.
04:15Tapi kalau Anda tidak bisa mempertanggungjawabkan pendapat Anda.
04:18Kami, orang-orang lain di luar mahasiswa akan bilang.
04:21Kalian itu dangkal menurut saya.
04:24Kalian itu misalnya soal satu lagi MBG.
04:28Makanan bergizi gratis.
04:29Saya pengkritik MBG.
04:32Dan ternyata sekarang akhirnya, bukan karena saya, tapi pemerintah toh sudah melakukan banyak hal.
04:37Untuk mengkoreksi MBG.
04:41Tapi kalau Anda mengatakan stop MBG, saya akan tanya.
04:45Memang Anda tidak ingin ya, masyarakat kelas menengah ke bawah, anak-anaknya itu bisa makan makanan bergizi?
04:53Mungkin juga Anda punya jawabannya.
04:55Tapi jawabannya itu harus dilontarkan, harus disampaikan.
04:58Karena itulah menurut saya penting jadinya kita diskusi.
05:00Oke, Mesa cukup masuk akal tidak?
05:02Sebetulnya mungkin Mas Armando perlu meng-capture apa yang dikatakan mahasiswa itu secara utuh.
05:09Karena mungkin...
05:09Apa yang belum utuh menurut Anda?
05:11Jika hanya melihat demonstrasi atau tuntutan saja, pasti kami tidak akan bisa menjelaskan reasoning dari tuntutan itu.
05:18Karena nanti akan terlalu panjang.
05:19Tapi kalau misalkan Mas Armando melihat misalkan kajian dari ansrat, kastrat, analisis strategisnya,
05:26itu pasti kami meng-capture reasoning dari mengapa misalkan BBM harus turun.
05:32Karena sesungguhnya memang ada permasalahan terkait geopolitik dan banyak hal.
05:38Indonesia hari ini rezim membuang-buang anggaran terlalu besar untuk program-program yang sesungguhnya itu bisa diefisiensikan.
05:47Dan anggaran itu bisa dialihkan untuk program-program yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.
05:57Misalnya apa?
05:58Misalnya alih-alih Rp223 triliun digunakan untuk MBG, lebih baik justru untuk pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.
06:07Tadi kita bicara tentang harga BBM.
06:10Pun juga bisa digunakan untuk subsidi juga Rp335 triliunnya.
06:16Itu pun juga ada program-program lain yang kiranya mungkin sederhananya daripada banyak-banyak kunjungan luar negeri,
06:24bisa jadi anggaran itu bisa diakomodir atau direalokasikan untuk masyarakat.
06:29Pun juga daripada banyak kunjungan-kunjungan ke sosialisasi tadi,
06:37ya lebih baik digunakan anggarannya untuk program-program yang seperti apa yang diinginkan presiden-presiden di efisiensi tahun lalu misalnya.
06:48Sorry saya potong, karena saya tiba-tiba jadi berpikir begini,
06:51dengan teman-teman menggeruduk diskusi saat itu, apakah ada kecurigaan?
06:55Karena momentumnya bertepatan dengan banyak unjuk rasa terjadi oleh mahasiswa di banyak daerah.
06:59Apakah Anda punya kecurigaan dari teman-teman SEMA UGM bahwa ini upaya untuk meredam aksi unjuk rasa yang muncul di
07:04banyak daerah itu?
07:07Terkait perdaman, sesungguhnya tidak hanya dalam sosialisasi itu ya,
07:12tapi kita juga bisa melihat misalkan ada masa tandingan, ada aksi bayaran,
07:17ada banyak narasi-narasi yang coba dilontarkan untuk meng-counter apa yang coba kami sampaikan di publik,
07:23pun juga tentang kerasahan kami, tentang tuntutan kami, dan banyak hal yang kiranya menggembosan,
07:29ataupun juga upaya untuk meredam tidak hanya melalui sosialisasi yang memendatangkan pejabat ke kampus,
07:37tapi juga dari gerakan-gerakan yang itu ditunggui kepentingan politiknya.
07:41Peksas gak Pak Ade?
07:42Enggak, saya masih ingin kembali ke soal yang tadi BPR tadi ya, sama bilang logikanya.
07:49Harga Pertamax itu, Pertamax itu seharusnya disubsidi gak?
07:54Saya mau katakan Pertamax adalah harga yang tidak disubsidi.
07:58Itu adalah kesepakatan kita dari dulu.
08:00Yang disubsidi adalah Pertalite, yang Pertamax mengikuti harga pasar.
08:04Tapi saya ulang, pemerintah dengan berusaha keras,
08:09mencegah jangan sampai ketika harga pasar sudah melambung tinggi,
08:14di Indonesia kita mengikuti harga pasar yang melambung tinggi itu,
08:18dan sejak dua bulan yang lalu kita seharusnya sudah menaikkan harga BBM Pertamax.
08:23Tidak dilakukan ini.
08:24Ini dilakukan baru sekarang.
08:26Karena sudah gak tahan.
08:29Karena kondisinya sudah memburuk.
08:30Saya berharap saja kalau betul-betul berakhir ini perang.
08:34Si Iran-Amerikan besok katanya mau tanda tangan.
08:36Sudah tekan.
08:37Sudah tekan ya.
08:38Tapi kan masih ada keraguan kan.
08:40Tapi kalau itu turun, ya musuhnya semua juga jadi turun lagi.
08:44Saya mau bilang bahwa pemerintah melakukan itu,
08:47ini memang saya akan kelihatan seperti orang pemerintah ya.
08:50Saya bukan orang pemerintah, saya tidak dibayar pemerintah,
08:53tapi saya ingin mengatakan menurut logika saya,
08:56banyak orang,
08:58ya wajarlah memang pertama saya harus naik.
09:01Saya juga terkena kok 16 ribu itu memang bukan naiknya dari 12 ribu ke 16 ribu.
09:0630 persen lebih kan naik.
09:0730 persen lebih itu memang berat.
09:09Tapi itu adalah harga yang harus dibayar oleh masyarakat dunia.
09:13Bukan cuma Indonesia.
09:15Saya harus kembali ke diskusi.
09:16Tapi kembali, saya mau bilang.
09:17Tapi itu adalah,
09:19bisa gak ada yang benar, saya yang salah.
09:21Bisa juga.
09:22Kita bisa beda pendapat di situ.
09:24Karena itu menjadi jauh lebih penting,
09:26memang kita melakukan diskusi-diskusi,
09:29daripada revolusi-revolusi.
09:31Anda merevolusi apa?
09:32Kalau pertanyaan yang sama saya sampaikan ke Anda.
09:35Kalau kemudian ada kekhawatiran,
09:38diskusi yang berlangsung saat itu di UGM adalah upaya untuk meredam
09:41unjuk rasa yang banyak muncul di banyak daerah,
09:42cukup make sense gak buat Anda?
09:46Saya ingin menggunakan kata meredam itu tidak dengan nada negatif ya.
09:49Karena ada banyak protes-protes,
09:52maka sekarang pemerintah menurut saya nih ya,
09:55dengan menurut saya lagi-lagi mungkin saya salah,
09:58pemerintah dengan berbesar hati mengatakan,
10:02oke Mas Budiman, Mas Nusron, Mas Sudaryono,
10:07berangkat ke Jogja, saya gak tahu di Semarang siapa yang turun,
10:11saya gak tahu nanti di mana lagi yang Anda bilang ya,
10:13ada daerah-daerah, turun.
10:14Ketemu dengan masyarakat.
10:16Mas Gibran aja sekarang ketemu dengan mahasiswa,
10:2015 mahasiswa datang, ketemu.
10:22Menurut saya itu adalah langkah yang Anda boleh ejek itu sebagai ala pencitraan,
10:28ala apalah ya,
10:30tapi mereka mengajak Anda bicara.
10:32Menurut saya, ajakan semacam itu,
10:35tidakkah sebaiknya Anda terima dengan terbuka,
10:38dengan bahagia,
10:39dan Anda bisa ketemu dan Anda bisa kritik secara keras orang seperti Budiman dan kawan-kawan.
10:44Setelah teman-teman Sema UGM melakukan upaya itu saat diskusi di lingkungan UGM,
10:52apakah teman-teman mendapatkan ancaman?
10:54Karena memikirkan bahwa ini mendapat atensi banyak orang,
10:56teman-teman beraksi di tengah banyak orang juga,
10:58dan itu direkam oleh banyak kamera handphone,
11:01apakah teman-teman mengalami hal-hal seperti ancaman, persekusi, dan semacamnya?
11:06Banyak dari kami yang saat ini cukup rentan.
11:09Apa?
11:10Cukup rentan.
11:11Oke.
11:11Dalam hal ini, kami didoxing,
11:13dapat pesan dari orang tidak dikenal,
11:15pun juga di profiling,
11:17pun juga diikuti,
11:18dan nama-nama kami justru ada di tahap-tahap yang cukup kami harus waspada.
11:24Tidak lagi siaga, tapi harus waspada.
11:26Nah, ancaman-ancaman itu sejatinya juga seharusnya tidak meredam
11:31atau tidak memupuskan apa yang kita perjuangkan.
11:34Dan dalam hal ini, perjuangan kami itu sejatinya diniatkan untuk kepentingan rakyat.
11:40Yang dalam hal ini mengacu lagi kembali,
11:42misal ketika membahas aksi di GIK,
11:45ketika membahas acara yang bertajuk Pancasila,
11:48itu kami sebagai universitas,
11:51yang diniatkan oleh kami sebagai mahasiswa di Universitas Gajah,
11:54mana yang mana Universitas Gajah,
11:55mana memiliki 5-5 jati diri UGM,
11:58diantaranya adalah kampus perjuangan,
12:00kampus kerakyatan, dan kampus Pancasila.
12:02UGM juga punya pusat studi Pancasila.
12:05Maka ketika ingin berdiskusi di UGM,
12:07bukankah sebaiknya menghadirkan juga
12:09dari pusat studi Pancasila,
12:11dari akademisi, pun juga dari mahasiswa.
12:13Dalam hal ini tidak ada satupun undangan yang kami dapatkan,
12:17pun ketika kami berkomunikasi dengan unsur-unsur lainnya,
12:20oh ternyata tidak dilibatkan juga.
12:22Jadi terkait diskusi,
12:25itu agaknya justru bukan itu kepentingannya,
12:29bukan untuk mendatangi kami,
12:31tapi bisa jadi hal-hal lain,
12:33saya tidak tahu apa.
12:34Pun juga sebetulnya alih-alih,
12:35jauh-jauh ke luar kota.
12:39Pak Prabowo, pun juga jajarannya,
12:41itu bisa hari Kamis datang ke depan Istana Merdeka,
12:46untuk dialog di aksi Kamisan misalnya.
12:49Nah, pun juga banyak hal yang saat ini unjuk rasa,
12:52itu sebetulnya untuk memperlihatkan kegelisahan kita,
12:57untuk mengkritisi kondisi hari ini,
13:01dan juga memperlihatkan anak,
13:04sebetulnya apa sih yang sedang terjadi di Indonesia.
13:08Nah, dialog lah di tempat-tempat itu sebetulnya.
13:12Oke, dan di tengah aksi unjuk rasa di berbagai kota
13:16yang mengkritisi kebijakan pemerintahan Prabowo Gibran,
13:19tiba-tiba muncul aliansi BEMBER 1,
13:23yang menuding gerakan mahasiswa tersebut,
13:25ditunggangi politik.
13:27Benarkah begitu?
13:31Terima kasih.
Komentar