Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pegiat media sosial Ade Armando menyatakan mendukung sikap kritis mahasiswa terhadap pemerintah. Namun menurutnya, kritik harus disertai argumentasi yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ade menegaskan mahasiswa memiliki posisi penting di masyarakat karena memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dan menguasai ilmu pengetahuan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik.

Menurut Ade, mahasiswa berhak mengkritik pemerintah apabila kebijakan yang diambil dinilai keliru.

Namun Ade menilai sejumlah tuntutan mahasiswa kerap disampaikan tanpa penjelasan yang utuh. Salah satunya terkait tuntutan penurunan harga BBM.

Ade kemudian menyinggung kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Meski mengaku sebagai pengkritik program tersebut, ia mempertanyakan tuntutan penghentian total MBG.

Pernyataan itu ditanggapi Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa. Menurutnya, persoalan utama bukan pada tujuan program, melainkan pada prioritas penggunaan anggaran negara.

Mesa menilai anggaran MBG dapat dialihkan untuk program lain yang lebih mendesak dan berdampak luas bagi masyarakat.

Selain pendidikan, Mesa menilai anggaran tersebut juga dapat digunakan untuk memperkuat subsidi dan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc

#mahasiswa #ugm #ricuh





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675742/debat-ade-armando-dan-mahasiswa-ugm-soal-mbg-bbm-hingga-anggaran-negara-jangan-dangkal-rosi
Transkrip
00:00Kericuhan di UGM terjadi di tengah meluasnya aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di sejumlah kota termasuk Yogyakarta.
00:08Badan eksekutif mahasiswa UGM, SEMA UGM terutama yang sekarang berubah nama, dianggap salah satu yang paling lantang bersuara.
00:15Saya masih berdiskusi dengan Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, dan Pegiat Media Sosial Ade Armando.
00:21Menyambung pertanyaan saya sebelumnya, saya harus kasih kesempatan ke Mesa karena ini menyinggungnya mahasiswa.
00:26Dalam akun Instagramnya Bang Ade Armando hari ini, 18 Juni, yang mengunggah komentar atas aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa.
00:35Dan dia bilang tuntutan mahasiswa kurang menunjukkan pemahaman yang cukup mengenai apa yang terjadi.
00:41Dan di bagian akhir video itu disampaikan, kritik yang baik bukan hanya melihat kesalahan, tapi mampu lihat apa yang salah
00:47dan apa yang telah diperbaiki.
00:49Sepakat gak soal itu?
00:50Tergantung mahasiswa mana yang dimaksud sebetulnya.
00:52Karena ada beberapa mahasiswa juga bahkan akhir-akhir ini kan memang punya opini atau punya gerakan yang cukup bisa dilihat
01:03sendiri.
01:03Tapi kalau misalkan yang dimaksud adalah Gajah Mada, yang dimaksud adalah UI atau kampus-kampus ternama,
01:10agaknya mungkin riset kami setidak-tidaknya seringkali pasti merujuk pada argumen-argumen ataupun data-data yang valid.
01:20Dalam hal ini juga kami menjalankan tanggung jawab kami sebagai mahasiswa yang punya integritas akademik.
01:26Di kelas pun kita untuk menyelesaikan paper tugas itu harus menggunakan citasi yang baik, sumber yang kredibel, apalagi di organisasi.
01:35Kira-kira begitu sih.
01:36Kalau kemudian disebutkan dalam video yang sama juga nih Bang Ade bilang dalam tanda kutip, maaf, dangkal.
01:43Mungkin Mas Ade yang dimaksud itu siapa?
01:46Coba, Bang Ade, memenjurus ke siapa sih dari sekian banyak aksi unjuk rasa itu.
01:51Oke, saya harus katakan ya, yang video yang Anda kutip itu, yang Anda jadikan rujukan itu, bukan untuk mengomentari gerakan
01:59yang kemarin itu.
02:00Oke.
02:00Tapi kan ada beberapa, termasuk UI sebetulnya. Saya sendiri dulu kan dosen UI ya.
02:05Misalnya saya mau bilang begini, saya suka kalau mahasiswa itu bersikap kritis.
02:11Harus malah.
02:12Karena mahasiswa adalah kalangan yang secara khusus dipandang masyarakat sebagai mereka yang pintar.
02:20Mereka yang berilmu pengetahuan.
02:22Mereka yang diberi kesempatan untuk sekolah lebih tinggi dari teman-teman yang lain.
02:28Dan mereka belajar ilmu pengetahuan yang bisa mereka manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
02:34Jadi harus digunakan.
02:36Jadi harus kritis.
02:37Kalau pemerintah yang salah harus dikritik.
02:40Persoalannya, saya lihat misalnya dalam kasus, saya minta maaf, saya harus komentari yang tidak hadir di sini jadinya ya.
02:49Dalam kasus UI misalnya.
02:51Tapi kalau kritik ini Anda juga lontarkan, saya ingin Anda jelaskan.
02:55Misalnya salah satu tuntutan dari mahasiswa UI adalah turunkan harga BBM.
03:03Buat saya, pernyataan itu tidak lengkap, tidak jelas, dan apa sebetulnya maksudnya.
03:10Misalnya begini, turunkan BBM itu apa?
03:12Kalau Pertamax, saya akan bilang kenapa Pertamax jadi dipersoalkan oleh mereka.
03:17Karena yang kena banget oleh masyarakat kan bukan yang Pertamax.
03:21Pertamax itu memang ditujukan kepada kalangan menengah ke atas misalnya.
03:25Karena dia memang mahal.
03:27Dia memang mengikuti harga pasar.
03:29Kalau dia mengikuti harga pasar, ya memang harganya sebenarnya dari sejak dua bulan yang lalu harusnya dinaikkan.
03:35Indonesia adalah salah satu negara yang paling belakang nih, di Asia Tenggara aja.
03:40Yang menaikkan harga-harga BBM-nya.
03:42Karena selama ini pemerintah berhasil menekan jangan sampai naik harganya.
03:46Tapi ujung-ujungnya nggak tahan.
03:48Karena perang terus-menerus terjadi.
03:52Kurs mata uang asing juga terus meningkatkan.
03:55Jadi terpaksa dilakukan.
03:57Kalau mahasiswa punya penjelasan yang baik mengenai itu, harusnya dilontarkan saja.
04:02Sederhananya Anda mau bilang kebebasan berpendapat juga ada batasnya, begitu?
04:07Batasnya dalam arti gini.
04:08Anda boleh mengajukan gagasan-gagasan yang sangat kritis sekali.
04:13Sangat kritis gitu ya.
04:15Tapi kalau Anda tidak bisa mempertanggungjawabkan pendapat Anda.
04:18Kami, orang-orang lain di luar mahasiswa akan bilang.
04:21Kalian itu dangkal menurut saya.
04:24Kalian itu misalnya soal satu lagi MBG.
04:28Makanan bergizi gratis.
04:29Saya pengkritik MBG.
04:32Dan ternyata sekarang akhirnya, bukan karena saya, tapi pemerintah toh sudah melakukan banyak hal.
04:37Untuk mengkoreksi MBG.
04:41Tapi kalau Anda mengatakan stop MBG, saya akan tanya.
04:45Memang Anda tidak ingin ya, masyarakat kelas menengah ke bawah, anak-anaknya itu bisa makan makanan bergizi?
04:53Mungkin juga Anda punya jawabannya.
04:55Tapi jawabannya itu harus dilontarkan, harus disampaikan.
04:58Karena itulah menurut saya penting jadinya kita diskusi.
05:00Oke, Mesa cukup masuk akal tidak?
05:02Sebetulnya mungkin Mas Armando perlu meng-capture apa yang dikatakan mahasiswa itu secara utuh.
05:09Karena mungkin...
05:09Apa yang belum utuh menurut Anda?
05:11Jika hanya melihat demonstrasi atau tuntutan saja, pasti kami tidak akan bisa menjelaskan reasoning dari tuntutan itu.
05:18Karena nanti akan terlalu panjang.
05:19Tapi kalau misalkan Mas Armando melihat misalkan kajian dari ansrat, kastrat, analisis strategisnya,
05:26itu pasti kami meng-capture reasoning dari mengapa misalkan BBM harus turun.
05:32Karena sesungguhnya memang ada permasalahan terkait geopolitik dan banyak hal.
05:38Indonesia hari ini rezim membuang-buang anggaran terlalu besar untuk program-program yang sesungguhnya itu bisa diefisiensikan.
05:47Dan anggaran itu bisa dialihkan untuk program-program yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.
05:57Misalnya apa?
05:58Misalnya alih-alih Rp223 triliun digunakan untuk MBG, lebih baik justru untuk pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.
06:07Tadi kita bicara tentang harga BBM.
06:10Pun juga bisa digunakan untuk subsidi juga Rp335 triliunnya.
06:16Itu pun juga ada program-program lain yang kiranya mungkin sederhananya daripada banyak-banyak kunjungan luar negeri,
06:24bisa jadi anggaran itu bisa diakomodir atau direalokasikan untuk masyarakat.
06:29Pun juga daripada banyak kunjungan-kunjungan ke sosialisasi tadi,
06:37ya lebih baik digunakan anggarannya untuk program-program yang seperti apa yang diinginkan presiden-presiden di efisiensi tahun lalu misalnya.
06:48Sorry saya potong, karena saya tiba-tiba jadi berpikir begini,
06:51dengan teman-teman menggeruduk diskusi saat itu, apakah ada kecurigaan?
06:55Karena momentumnya bertepatan dengan banyak unjuk rasa terjadi oleh mahasiswa di banyak daerah.
06:59Apakah Anda punya kecurigaan dari teman-teman SEMA UGM bahwa ini upaya untuk meredam aksi unjuk rasa yang muncul di
07:04banyak daerah itu?
07:07Terkait perdaman, sesungguhnya tidak hanya dalam sosialisasi itu ya,
07:12tapi kita juga bisa melihat misalkan ada masa tandingan, ada aksi bayaran,
07:17ada banyak narasi-narasi yang coba dilontarkan untuk meng-counter apa yang coba kami sampaikan di publik,
07:23pun juga tentang kerasahan kami, tentang tuntutan kami, dan banyak hal yang kiranya menggembosan,
07:29ataupun juga upaya untuk meredam tidak hanya melalui sosialisasi yang memendatangkan pejabat ke kampus,
07:37tapi juga dari gerakan-gerakan yang itu ditunggui kepentingan politiknya.
07:41Peksas gak Pak Ade?
07:42Enggak, saya masih ingin kembali ke soal yang tadi BPR tadi ya, sama bilang logikanya.
07:49Harga Pertamax itu, Pertamax itu seharusnya disubsidi gak?
07:54Saya mau katakan Pertamax adalah harga yang tidak disubsidi.
07:58Itu adalah kesepakatan kita dari dulu.
08:00Yang disubsidi adalah Pertalite, yang Pertamax mengikuti harga pasar.
08:04Tapi saya ulang, pemerintah dengan berusaha keras,
08:09mencegah jangan sampai ketika harga pasar sudah melambung tinggi,
08:14di Indonesia kita mengikuti harga pasar yang melambung tinggi itu,
08:18dan sejak dua bulan yang lalu kita seharusnya sudah menaikkan harga BBM Pertamax.
08:23Tidak dilakukan ini.
08:24Ini dilakukan baru sekarang.
08:26Karena sudah gak tahan.
08:29Karena kondisinya sudah memburuk.
08:30Saya berharap saja kalau betul-betul berakhir ini perang.
08:34Si Iran-Amerikan besok katanya mau tanda tangan.
08:36Sudah tekan.
08:37Sudah tekan ya.
08:38Tapi kan masih ada keraguan kan.
08:40Tapi kalau itu turun, ya musuhnya semua juga jadi turun lagi.
08:44Saya mau bilang bahwa pemerintah melakukan itu,
08:47ini memang saya akan kelihatan seperti orang pemerintah ya.
08:50Saya bukan orang pemerintah, saya tidak dibayar pemerintah,
08:53tapi saya ingin mengatakan menurut logika saya,
08:56banyak orang,
08:58ya wajarlah memang pertama saya harus naik.
09:01Saya juga terkena kok 16 ribu itu memang bukan naiknya dari 12 ribu ke 16 ribu.
09:0630 persen lebih kan naik.
09:0730 persen lebih itu memang berat.
09:09Tapi itu adalah harga yang harus dibayar oleh masyarakat dunia.
09:13Bukan cuma Indonesia.
09:15Saya harus kembali ke diskusi.
09:16Tapi kembali, saya mau bilang.
09:17Tapi itu adalah,
09:19bisa gak ada yang benar, saya yang salah.
09:21Bisa juga.
09:22Kita bisa beda pendapat di situ.
09:24Karena itu menjadi jauh lebih penting,
09:26memang kita melakukan diskusi-diskusi,
09:29daripada revolusi-revolusi.
09:31Anda merevolusi apa?
09:32Kalau pertanyaan yang sama saya sampaikan ke Anda.
09:35Kalau kemudian ada kekhawatiran,
09:38diskusi yang berlangsung saat itu di UGM adalah upaya untuk meredam
09:41unjuk rasa yang banyak muncul di banyak daerah,
09:42cukup make sense gak buat Anda?
09:46Saya ingin menggunakan kata meredam itu tidak dengan nada negatif ya.
09:49Karena ada banyak protes-protes,
09:52maka sekarang pemerintah menurut saya nih ya,
09:55dengan menurut saya lagi-lagi mungkin saya salah,
09:58pemerintah dengan berbesar hati mengatakan,
10:02oke Mas Budiman, Mas Nusron, Mas Sudaryono,
10:07berangkat ke Jogja, saya gak tahu di Semarang siapa yang turun,
10:11saya gak tahu nanti di mana lagi yang Anda bilang ya,
10:13ada daerah-daerah, turun.
10:14Ketemu dengan masyarakat.
10:16Mas Gibran aja sekarang ketemu dengan mahasiswa,
10:2015 mahasiswa datang, ketemu.
10:22Menurut saya itu adalah langkah yang Anda boleh ejek itu sebagai ala pencitraan,
10:28ala apalah ya,
10:30tapi mereka mengajak Anda bicara.
10:32Menurut saya, ajakan semacam itu,
10:35tidakkah sebaiknya Anda terima dengan terbuka,
10:38dengan bahagia,
10:39dan Anda bisa ketemu dan Anda bisa kritik secara keras orang seperti Budiman dan kawan-kawan.
10:44Setelah teman-teman Sema UGM melakukan upaya itu saat diskusi di lingkungan UGM,
10:52apakah teman-teman mendapatkan ancaman?
10:54Karena memikirkan bahwa ini mendapat atensi banyak orang,
10:56teman-teman beraksi di tengah banyak orang juga,
10:58dan itu direkam oleh banyak kamera handphone,
11:01apakah teman-teman mengalami hal-hal seperti ancaman, persekusi, dan semacamnya?
11:06Banyak dari kami yang saat ini cukup rentan.
11:09Apa?
11:10Cukup rentan.
11:11Oke.
11:11Dalam hal ini, kami didoxing,
11:13dapat pesan dari orang tidak dikenal,
11:15pun juga di profiling,
11:17pun juga diikuti,
11:18dan nama-nama kami justru ada di tahap-tahap yang cukup kami harus waspada.
11:24Tidak lagi siaga, tapi harus waspada.
11:26Nah, ancaman-ancaman itu sejatinya juga seharusnya tidak meredam
11:31atau tidak memupuskan apa yang kita perjuangkan.
11:34Dan dalam hal ini, perjuangan kami itu sejatinya diniatkan untuk kepentingan rakyat.
11:40Yang dalam hal ini mengacu lagi kembali,
11:42misal ketika membahas aksi di GIK,
11:45ketika membahas acara yang bertajuk Pancasila,
11:48itu kami sebagai universitas,
11:51yang diniatkan oleh kami sebagai mahasiswa di Universitas Gajah,
11:54mana yang mana Universitas Gajah,
11:55mana memiliki 5-5 jati diri UGM,
11:58diantaranya adalah kampus perjuangan,
12:00kampus kerakyatan, dan kampus Pancasila.
12:02UGM juga punya pusat studi Pancasila.
12:05Maka ketika ingin berdiskusi di UGM,
12:07bukankah sebaiknya menghadirkan juga
12:09dari pusat studi Pancasila,
12:11dari akademisi, pun juga dari mahasiswa.
12:13Dalam hal ini tidak ada satupun undangan yang kami dapatkan,
12:17pun ketika kami berkomunikasi dengan unsur-unsur lainnya,
12:20oh ternyata tidak dilibatkan juga.
12:22Jadi terkait diskusi,
12:25itu agaknya justru bukan itu kepentingannya,
12:29bukan untuk mendatangi kami,
12:31tapi bisa jadi hal-hal lain,
12:33saya tidak tahu apa.
12:34Pun juga sebetulnya alih-alih,
12:35jauh-jauh ke luar kota.
12:39Pak Prabowo, pun juga jajarannya,
12:41itu bisa hari Kamis datang ke depan Istana Merdeka,
12:46untuk dialog di aksi Kamisan misalnya.
12:49Nah, pun juga banyak hal yang saat ini unjuk rasa,
12:52itu sebetulnya untuk memperlihatkan kegelisahan kita,
12:57untuk mengkritisi kondisi hari ini,
13:01dan juga memperlihatkan anak,
13:04sebetulnya apa sih yang sedang terjadi di Indonesia.
13:08Nah, dialog lah di tempat-tempat itu sebetulnya.
13:12Oke, dan di tengah aksi unjuk rasa di berbagai kota
13:16yang mengkritisi kebijakan pemerintahan Prabowo Gibran,
13:19tiba-tiba muncul aliansi BEMBER 1,
13:23yang menuding gerakan mahasiswa tersebut,
13:25ditunggangi politik.
13:27Benarkah begitu?
13:31Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan