Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Diskusi publik yang menghadirkan 3 pejabat pemerintahan Prabowo-Gibran di UGM Yogyakarta, berakhir ricuh. Mahasiswa UGM menilai, forum itu bukan diskusi namun hanya ajang sosialisasi.

Kericuhan terjadi di tengah meluasnya aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di sejumlah kota.

Berbagai tuntutan disuarakan, mulai dari desakan agar program MBG dihentikan hingga tuntutan agar harga BBM dan kebutuhan diturunkan.

Program ROSI mengundang Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa dan Pegiat Media Ade Armando.

Saksikan dalam ROSI episode Diskusi Dibubarkan, Ada Apa dengan Mahasiswa? Tayang Kamis, 18 Juni 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.



#mahasiswa #demo #ugm

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675740/full-mahasiswa-ugm-ungkap-kronologi-pembubaran-diskusi-ini-respons-ade-armando-rosi
Transkrip
00:01Ukuran integritas ini seperti apa?
00:04Nanti pemerintah masih sanggup atau tidak, walaupun saktanya masih ada.
00:07Kan akan muncul kontroversi berkepanjangan.
00:10Tapi tetap tidak mengubah satu tetas cinta pun untuk Indonesia.
00:28Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar.
00:32Kami tidak akan mengejar-ngejar mereka.
00:34Seandainya mereka menjawab satu pertanyaan sederhana saya.
00:39Apakah mereka merasa besar?
00:48Kami bertiga hadir, secara demokratis kita berdiskusi, ditanya apa saja, enggak ada masalah.
00:54Dihadili kayak apa saja, kita oke, enggak ada masalah.
00:56Dan barangkali kalau memang ada koreksi, ada masukan, juga kita ingin perbaikan.
01:05Belum sampai pada tahap, saya jawab sama sekali, belum.
01:07Mereka tidak naik setelah satu orang, langsung rombong, puluhan, jadi turun dari tribun dengan membuat toa,
01:13beberapa berbeda yang ternyata membuat toa, mereka tidak mengajukan pertanyaan.
01:19Menurut rakyat Indonesia!
01:20Menurut!
01:21Menurut buruh yang melawan!
01:23Menurut!
01:24Menurut rakyat Indonesia!
01:25Menurut!
01:27Provenci persis tadi, itu adalah bentuk ekspresi kecewaan, kemarahan.
01:32Intinya ya, kami merasa punya hak untuk mengekspresikan kecewaan tadi, kemarahan tadi,
01:37ketidakpercayaan tadi, karena selama bertahun-tahun, kita sudah dipindas.
01:51Selamat malam, program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini, sumber informasi.
01:57Saya Tifal Solesha.
01:58Diskusi publik yang menghadirkan tiga pejabat pemerintahan Prabowo Gibran di Universitas Gajah Mada Yogyakarta berakhir icuh.
02:06Mahasiswa UGM yang kecewa, menilai forum itu bukan diskusi, namun hanya ajang sosialisasi.
02:14Malam ini saya mengundang Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM, MESA, dan Pegiat Media Sosial, Ade Armando.
02:21Selamat malam semuanya, apa kabar?
02:23Baik, baik. Alhamdulillah.
02:24Terima kasih sudah datang bersama kami.
02:26MESA apa kabar?
02:27Alhamdulillah, baik.
02:28Terima kasih juga sudah mau datang dari Yogyakarta ke Jakarta untuk berdiskusi bersama saya kali ini.
02:33Kalau saya mau mengutip pernyataan Anda dalam konferensi PERS kemarin tanggal 17 Juni,
02:37Anda bilang forum diskusi di area kampus Anda saat itu sebagai forum yang hanya menampilkan narasi keberhasilan pemerintah
02:45daripada membuka peluang masyarakat untuk berdialog yang kritis terhadap berbagai persoalan.
02:50Muncul pertanyaan begini, kenapa tidak membiarkan diskusi itu berjalan secara tuntas
02:55dan Anda memberikan pertanyaan-pertanyaan atau argumentasi saat diskusi itu berjalan?
03:00Kenapa harus dengan menggeruduk diskusi itu?
03:02Oke.
03:03Pertama-tama mungkin yang perlu digarisbawahi adalah
03:06apa yang menjadi unjuk rasa dari aksi di malam hari itu
03:11merupakan aksi atau unjuk rasa yang diwadahi oleh gerakan mahasiswa Gajah Mada.
03:17Yang dalam hal ini saya pun kawan-kawan serikat mahasiswa melebur dalam gerakan mahasiswa Gajah Mada itu.
03:23Dan mengapa kami tidak menunggu untuk tanya jawab?
03:27Karena sedari awal kami melihat bahwasannya acara tersebut bukan diskusi
03:31tapi lebih ke monolog, lebih ke sosialisasi, bahkan sebenarnya lebih ke kampanye perihal program strategis,
03:37capaian-capaian, dan banyak hal yang kami khawatir.
03:42Ketika diskusi-diskusi acara-acara di kampus kami
03:49itu justru diisi hanya dalam komposisi narasumber-narasumber dari pejabat pemerintahan
03:55sementara Universitas Gajah Mada memiliki jati diri sebagai kampus keperjuangan,
04:01kampus kerakyatan, dan kampus Pancasila pun Gajah Mada memiliki pusat studi Pancasila.
04:05Mengapa justru pusat studi Pancasila tidak dilibatkan dalam diskusi itu?
04:10Atau setidaknya akademisi lain?
04:12Atau orang-orang yang sekiranya diskusi itu supaya imbang?
04:16Pun juga memang yang kami khawatirkan adalah nantinya justru peserta yang ada di acara tersebut
04:23hanya dipertontonkan, hanya ditanam narasi-narasi rezim yang nantinya justru meninabubukan mereka.
04:30Masalahnya begini, sorry saya potong, karena dalam pernyataan terakhir yang disampaikan
04:34Wamentan Sudaryono kepada kami di program Sampai Indonesia malam kemarin tanggal 16 Juni
04:38ia bilang acara baru berjalan 40 menit, belum masuk sesi Tanah Jawa
04:42tapi teman-teman sudah menggeruduk, kenapa tidak dibiarkan dituntaskan dulu saja?
04:45Dari awal rundown yang kami terima, jadi jam pukul 7 itu dimulai acara
04:4915 menit stand-up komedi, sisanya kopdar.
04:53Jadi dari rundown acaranya itu sendiri, tidak ada sesi Tanah Jawa.
04:58Mungkin memang host akan membawakan kesesi Tanya-Jawa itu.
05:02Tapi dari 40 menit yang dijalankan di awal, lebih condong menarasikan atau menanamkan
05:10ya narasi-narasi rezim, narasi-narasi...
05:14Saya boleh tanya?
05:14Oke.
05:15Ya, saya jadi harus bertanya ya, ini sebenarnya acara siapa?
05:19Di GIK.
05:21Jadi penyelanggarannya itu total politik kan?
05:24Total politik.
05:25Tuh, GIK itu hanya menyediakan penyel.
05:29Dalam hal ini, GIK juga menjadi unit bisnis dari UGM.
05:33Apa yang menjadi kegiatan, acara, atau substansi dari acara yang diselenggarakan di GIK
05:39itu tidak merepresentasikan, tidak serta-merta menjadi bagian dari keberpihakan politiknya GIK ataupun UGM.
05:46Ya, ini total politik menyelenggarakan acara itu.
05:48Mereka mengundang tiga, Pak Budi Man Sujarniko, Nusron Wahid, dan Sudaryono.
05:57Ya, mereka datang.
05:58Itu diumumkan kepada publik.
06:01Siapa yang mau datang, silahkan.
06:03Jadi tidak ada mahasiswa yang sebelumnya diundang ke sana.
06:06Tidak.
06:07Tidak ada juru bicara mahasiswa yang diundang.
06:09Tidak.
06:09Di Serikat Mahasiswa UGM sendiri tidak mendapatkan undangan.
06:13Tidak mendapatkan undangan.
06:14Jadi hadir sebagai penonton.
06:17Dan perlu reservasi untuk hadir.
06:19Harus apa?
06:20Harus reservasi.
06:21Sudah reservasi?
06:22Ya.
06:22Reservasi artinya mengatakan, saya mau datang.
06:25Ya.
06:25Jadi di pamflet untuk acaranya itu sendiri, peserta yang hadir itu diharapkan mengisi reservasi dulu.
06:35Oke, sudah reservasi.
06:36Anda termasuk yang mengisi reservasi, kan?
06:40Saya tidak mengatasnamakan nama saya untuk reservasi.
06:43Tapi mengatasnamakan?
06:44Tapi saya reservasi.
06:46Reservasi.
06:46Apa yang Anda khawatirkan?
06:48Apa yang Anda, mengapa kemudian Anda menggali bagian yang itu?
06:50Karena begini, Anda datang ke sana, ya.
06:53Anda mungkin kecewa.
06:54Karena ternyata, pertama-tama orang harus tahu ya, ini bukan acara UGM kalau gitu kan.
06:59Ini acara yang total politik.
07:01UGM bahkan tidak terlibat sama sekali.
07:03Mahasiswa tidak terlibat sama sekali dalam acara itu, ya.
07:06Cuman kemudian mereka mengatakan, kata total politik,
07:09kalau kalian mau datang boleh nih, ya.
07:11Karena ini adalah sebuah acara buat publik.
07:13Tapi kalau Anda mau datang, Anda harus reservasi dulu.
07:17Betul begitu kan?
07:17Betul.
07:18Anda sudah reservasi, Anda datang, ya.
07:21Anda tidak tahu randaunnya.
07:23Saya tahu.
07:24Jadi Anda sudah tahu bahwa sebenarnya tidak akan ada tanya jawab sejak awal.
07:28Di randaun itu tidak disertakan.
07:30Nah, saya mau bilang begini, Anda itu sudah datang, kenapa Anda pertanyaan tadi, saya rasa sangat penting.
07:38Kenapa tidak ditunggu dulu, sampai orang selesai bicara, baru kemudian mengutarakan kekecewaan Anda, pertanyaan Anda.
07:48Tapi ini kan apa yang kita tahu ya, kita kan juga belajarnya dari apa yang ditayangkan di media ya.
07:53Itu langsung ada serangan yang seperti teriakan bahwa Budiman pengkhianat reformasi.
08:00Dan belakangan sampai ada teman-teman Anda itu yang berteriak-teriak revolusi, revolusi, revolusi.
08:06Itu yang buat saya mengherankan atau bahkan mengecewakan.
08:10Kalau kemudian pakai klip begini, karena mendengar dari durasi 40 menit diskusi itu,
08:14mereka langsung menggeruduk dengan alasan substansinya itu malah menjadi mengbanggakan
08:19apa yang bisa mencapai pemerintah tanpa melihat apa kejadian di lapangan, masuk akal tidak menurut Anda?
08:24Enggak, sebetulnya ada cara yang jauh lebih beradab menurut saya.
08:28Mungkin di 40 menit pertama, itu tidak ada tukar pikiran, tukar gegasan, tukar ide.
08:34Mereka presentasi.
08:35Mereka presentasi, dan pun ada beberapa hal yang itu tidak bisa dipungkiri, memantik saya pribadi.
08:42Misalnya, apa yang dengan lantang yang mereka katakan bahwa kami bertiga ini adalah satuan pendukung Prabowo Gibran.
08:50Kalau tidak salah, Pak Nusron berkata, kalian mengkritik di hadapan saya saja, jangan di media sosial.
08:58Pun juga, di malam ini adili kami saja.
09:01Nah, trigger, ungkapan-ungkapan itulah yang justru kami coba untuk, ya sudah akomodir.
09:09Enggak, pertanyaan saya adalah, kan biasa lagi diskusi ya, orang presentasi, selesai ini era presentasi.
09:16Anda akan angkat tangan dan mengatakan, saya ingin berpendapat, saya ingin menyanggah, saya tidak setuju dengan pandangan Anda.
09:22Apa yang Anda katakan tadi, membuat saya marah.
09:25Kan itu bisa dilakukan.
09:28Kembali ke pernyataan saya di awal, bahwa acara itu sebetulnya bukan diskusi, tapi lebih ke sosialisasi.
09:34Mengapa? Karena, ya kita tahu bentuk-bentuk diskusi.
09:38Diskusi ilmiah, diskusi akademik, FGD misalnya, meski Pak Presiden mungkin tidak senang dengan FGD.
09:45Menurut saya kan cara yang termudah adalah, Anda berusaha mengajukan pertanyaan, pasti ada dong moderatornya di situ.
09:52Ada nggak?
09:54Host.
09:54Hostnya?
09:55Ada.
09:55Ada kan? Anda ngomong ke host, saya minta agar saya diberi kesempatan bicara.
10:01Saya menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh Mas Nusron tadi, atau Mas Budiman tadi, itu sama sekali tidak benar.
10:08Misalnya begitu, itu bahkan belum Anda lakukan, Anda tidak lakukan itu kan?
10:14Yang terjadi adalah, pada saat Mas Budiman sedang bicara, salah seorang teman Anda itu langsung berteriak, Anda pengkhianat.
10:22Poinnya adalah?
10:24Ya, bukan begitu cara diskusi dong.
10:25Tidak, tapi menurut Bapak, apakah acara tersebut diskusi?
10:32Tapi kalau misalkan kita tidak bisa menyamakan dulu groundingnya, kami rasa itu bukan diskusi.
10:38Diskusi menurut Anda dalam bentuk apa harusnya?
10:40Diskusi ada pertukaran di sana, Pak.
10:42Dalam hal ini, itu monolog satu arah pun juga.
10:46Kan belum tiba pada tahap di mana Anda diberi kesempatan bicara.
10:50Pak, kita perlu melihat juga, misalkan dari komposisi narasumber, penyelenggara, dan pun dari dalam hal ini, relasi kuasa yang timpang
11:02di sana.
11:03Kami sebagai peserta, itu hanya dipertontonkan, dan pun juga dibatasi oleh reservasi.
11:09Sementara mereka, itu dari susunan acara, rangkaian kegiatan, dan lain sebagainya, itu condong ke kesempatan yang diberikan kepada narasumbernya.
11:21Bukan kepada kami sebagai peserta untuk adanya tukar gagasan.
11:24Harus ada pihak penyeimbang, mungkin dimaksudkan oleh teman-teman Sema ini.
11:29Memang belum waktunya barangkali.
11:32Belum saatnya di mana si moderator akan bilang, sekarang kesempatan buat teman-teman mengajukan pertanyaan.
11:39Belum sampai sana, kan?
11:41Tapi gini, saya mau bilang satu hal dulu.
11:43Menurut Anda, diskusi yang setara bagaimana kemudian?
11:44Gini, sebentar dulu ya.
11:45Oke.
11:46Supaya penonton juga jangan salah sangka dengan apa yang saya katakan ini.
11:50Saya itu apresiasi loh sama gerakan mahasiswa.
11:53Saya itu merasa Anda atau senior Anda yaitu Mas Tio itu, betapapun saya bisa gak setuju dengan apa yang dia
12:02katakan ya.
12:03Betapapun saya bisa gak setuju dengan apa yang Anda katakan.
12:05Itu adalah anak-anak muda yang menurut saya harus terus diberikan kesempatan untuk berbicara, mengkritik, memprotes, dan seluruhnya.
12:13Tapi, apa yang saya lihat di sini betul-betul mengecewakan loh.
12:18Bahwa Anda dan teman-teman atau teman-teman Anda.
12:20Nah, saya yakin bukan Anda yang teriak-teriak revolusi-revolusi gitu ya.
12:24Saya yakin bukan ya.
12:25Bukan kan?
12:26Anda gak termasuk yang teriak revolusi?
12:28Saya termasuk.
12:29Oh, termasuk.
12:30Oke.
12:30Jadi, saya menurut saya gini.
12:32Kenapa Anda kan berharap ini menjadi acara diskusi?
12:36Ya.
12:37Terus Anda menyimpulkan, ini gak diskusi nih.
12:40Ini sosialisasi nih.
12:41Gak apa-apa.
12:42Anda punya persepsi semacam itu.
12:44Tapi, bukankah Anda sebaiknya memang menggunakan forum itu.
12:47Dan Anda bilang kepada para moderator itu.
12:50Saya gak terima ya kalau saya gak bisa ngomong.
12:53Saya udah datang ke sini jauh-jauh.
12:55Dan barangkali saya juga udah dikritik oleh teman-teman yang lain.
12:58Saya ingin agar saya diberi kesempatan bicara pada Anda.
13:01Pada bapak-bapak ini.
13:03Supaya gak cuma satu arah, Mes.
13:05Tapi kalau kemudian alasannya karena komposisi narasumber.
13:08Membuat diskusi lebih hidup harusnya bervariatif dong.
13:10Tidak hanya datang dari pemerintah, tapi juga dari pihak lain.
13:12Saya mau bilang begini.
13:14Sejak awal sudah jelas yang akan bicara tiga orang.
13:19Ada total politik, ada tiga orang.
13:21Kalau Anda itu gak puas, tidak nyaman, tidak setuju.
13:26Cara yang terbunuh adalah sejak awal Anda bilang.
13:28Ini nanti kami diberi kesempatan bicara gak?
13:31Sebelum mulai ini ya.
13:33Kalau enggak, saya pulang sekarang.
13:35Teman-teman kita pulang aja.
13:36Gak ada gunanya ini.
13:37Tapi itu lakukan dengan cara yang, kalau pakai istilah saya, beradab.
13:42Apa yang Anda lakukan itu menurut saya jadinya mengecewakan.
13:46Maaf sekali.
13:47Bisa diterima, Kak?
13:48Apakah dengan cara seperti itu, para pejabat pun juga istana akan mendengarkan apa yang menjadi...
13:56Apa ya?
13:57Yang menjadi...
13:58Kegelisahan, konser.
13:59Kegelisahan kami.
14:00Ya, kita gak tahu karena gak pernah terjadi.
14:02Akhirnya tidak pernah terjadi itu.
14:04Di Semarang sempat terjadi.
14:05Pun di kota-kota lain sempat terjadi.
14:08Pun juga dalam hal ini.
14:11Mungkin yang Bapak maksud seminar mungkin apa ya?
14:14Enggak, diskusi aja.
14:15Enggak, diskusi aja.
14:16Diskusi formal juga.
14:17Seminar juga merupakan diskusi formal yang mana ada segmen untuk nanti presentasi.
14:21Apalah.
14:22Setelah presentasi itu nanti ada tanya jawab, betul kan?
14:25Apalah namanya.
14:26Anda mau bilang diskusi, Anda mau bilang sosialisasi, mau bilang apapun.
14:31Yang menurut saya penting di sini adalah komunikasi.
14:33Ada tiga pejabat datang ke Jogja.
14:37Ya, dia ingin bicara sama mahasiswa UGM.
14:40Nah, mahasiswa UGMnya curiga nih.
14:44Anda itu tidak sedang mengajak kami bicara.
14:47Bukan mengajak kami diskusi.
14:48Anda itu sedang taruh, Anda mau bilang membrainwash kami.
14:52Misalnya gitu ya.
14:53Nah, lakukan itu sejak awal menurut saya.
14:56Anda angkat tangan sejak awal.
14:57Di situ ada moderator-moderator total politik.
15:02Dan ada bilang, kami akan dikasih kesempatan bicara gak nanti?
15:05Kalau setelah mereka ngomong selesai 40 menit, kami bicara 40 menit juga bisa gak?
15:11Dan ketika itulah mustinya menurut saya, lagi-lagi minta maaf.
15:15Anda itu punya pembagian kerja.
15:18Mungkin Anda sendiri mes, karena Anda anak filsafat, Anda ketua serikat mahasiswa tadi ya.
15:24Anda akan menjadi penanya pertama, penanya kedua, penanya ketiga.
15:28Begitu Anda gak diberi kesempatan, terbukti bahwa ini memang bukan komunikasi.
15:34Pernyataan Anda ini mengingatkan saya pada unggahan yang Anda muat di akun Instagram hari ini.
15:39Di akun Instagram Anda, ade armando underscore official.
15:42Anda bilang, tuntutan mahasiswa, ini bicara secara umum berarti ya.
15:45Secara umum, tuntutan mahasiswa dalam berbagai demonstrasi.
15:48Di berbagai daerah, Anda menyebut, tuntutan mahasiswa, menurut Anda, kurang menunjukkan pemahaman yang cukup mengenai apa yang terjadi.
15:55Termasuk Anda bilang, kritik yang baik bukan hanya dilihat dari kesalahan, tapi mampu lihat apa yang salah dan apa yang
16:01telah diperbaiki.
16:02Tolok ukur mana yang bisa diukur dari demonstrasi yang berjalan sekarang?
16:07Kericuhan di UGM terjadi di tengah meluasnya aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di sejumlah kota, termasuk Yogyakarta.
16:14Badan eksekutif mahasiswa UGM, SEMA UGM terutama yang sekarang berubah nama, dianggap salah satu yang paling lantang bersuara.
16:22Saya masih berdiskusi dengan Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM, MESA, dan Pegiat Media Sosial, Ade Armando.
16:28Menyambung pertanyaan saya sebelumnya, saya harus kasih kesempatan ke MESA, karena ini menyinggungnya mahasiswa.
16:33Dalam akun Instagramnya Bang Ade Armando hari ini, 18 Juni, yang mengunggah komentar atas aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa.
16:42Dan dia bilang tuntutan mahasiswa kurang menunjukkan pemahaman yang cukup mengenai apa yang terjadi.
16:47Dan di bagian akhir video itu disampaikan, kritik yang baik bukan hanya melihat kesalahan, tapi mampu lihat apa yang salah
16:54dan apa yang telah diperbaiki.
16:55Sepakat nggak soal itu?
16:56Tergantung mahasiswa mana yang dimaksud sebetulnya.
17:00Karena ada beberapa mahasiswa juga bahkan akhir-akhir ini kan memang punya opini atau punya gerakan yang cukup bisa dilihat
17:09sendiri.
17:10Tapi kalau misalkan yang dimaksud adalah Gajah Mada, yang dimaksud adalah UI atau kampus-kampus ternama,
17:17agaknya mungkin riset kami setidak-tidaknya seringkali pasti merujuk pada argumen-argumen ataupun data-data
17:26yang valid.
17:27Dalam hal ini juga kami menjalankan tanggung jawab kami sebagai mahasiswa yang punya integritas akademik.
17:33Di kelas pun kita untuk menyelesaikan paper tugas itu harus menggunakan citasi yang baik,
17:39sumber yang kredibel, apalagi di organisasi.
17:42Kira-kira begitu sih.
17:42Kalau kemudian disebutkan dalam video yang sama juga nih Bang Ade bilang dalam tanda kutip,
17:46maaf, dangkal.
17:50Mungkin Mas Ade yang dimaksud itu siapa?
17:53Coba, Bang Ade.
17:54Memenjurus ke siapa sih dari sekian banyak aksi unjuk rasa itu?
17:58Oke, saya harus katakan ya, yang video yang Anda kutip itu, yang Anda jadikan rujukan itu,
18:02bukan untuk mengomentari gerakan yang kemarin itu.
18:07Oke.
18:08Tapi kan ada beberapa, termasuk UI sebetulnya.
18:10Saya sendiri dulu kan dosan UI ya.
18:12Misalnya saya mau bilang begini,
18:15saya suka kalau mahasiswa itu bersikap kritis.
18:18Harus malah.
18:19Karena mahasiswa adalah kalangan yang secara khusus dipandang masyarakat sebagai mereka yang pintar.
18:27Mereka yang berilmu pengetahuan.
18:29Mereka yang diberi kesempatan untuk sekolah lebih tinggi dari teman-teman yang lain.
18:34Dan mereka belajar ilmu pengetahuan yang bisa mereka manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
18:41Jadi harus digunakan.
18:43Jadi harus kritis.
18:44Kalau pemerintah yang salah harus dikritik.
18:47Persoalannya, saya lihat misalnya dalam kasus,
18:51saya minta maaf, saya harus komentari yang tidak hadir di sini jadinya ya.
18:55Dalam kasus UI misalnya.
18:58Tapi kalau kritik ini Anda juga lontarkan,
19:01saya ingin Anda jelaskan.
19:02Misalnya salah satu tuntutan dari mahasiswa UI adalah,
19:07turunkan harga BBM.
19:09Buat saya pernyataan itu enggak lengkap, enggak jelas,
19:14dan apa sebetulnya maksudnya.
19:16Misalnya begini, turunkan BBM itu apa?
19:19Kalau Pertamax, saya akan bilang,
19:21kenapa Pertamax jadi dipersoalkan oleh mereka?
19:24Yang kena banget oleh masyarakat kan bukan yang Pertamax.
19:28Pertamax itu memang ditujukan kepada kalangan menengah ke atas misalnya.
19:32Karena dia memang mahal.
19:34Dia memang mengikuti harga pasar.
19:36Kalau dia mengikuti harga pasar,
19:37ya memang harganya sebenarnya dari sejak dua bulan yang lalu harusnya dinaikkan.
19:43Indonesia adalah salah satu negara yang paling belakang nih.
19:45Di Asia Tenggara aja.
19:47Yang menaikkan harga-harga BBMnya.
19:49Karena selama ini pemerintah berhasil menekan jangan sampai naik harganya.
19:53Tapi ujung-ujungnya enggak tahan.
19:54Karena perang terus-menerus terjadi.
19:58Kurs mata uang asing juga terus meningkatkan.
20:02Jadi terpaksa dilakukan.
20:04Kalau mahasiswa punya penjelasan yang baik mengenai itu,
20:07harusnya dilontarkan saja.
20:09Sederhananya Anda mau bilang,
20:11kebebasan berpendapat juga ada batasnya?
20:13Batasnya dalam artinya gini.
20:15Anda boleh mengajukan gagasan-gagasan yang sangat kritis sekali.
20:20Sangat kritis gitu ya.
20:21Tapi kalau Anda tidak bisa mempertanggungjawabkan pendapat Anda,
20:25kami orang-orang lain di luar mahasiswa akan bilang,
20:28kalian itu dangkal menurut saya.
20:30Kalian itu misalnya soal,
20:33satu lagi MBG,
20:35makanan bergizi gratis.
20:36Saya pengeritik MBG.
20:38Dan ternyata sekarang akhirnya,
20:41bukan karena saya,
20:42tapi pemerintah toh sudah melakukan banyak hal
20:44untuk mengkoreksi MBG.
20:48Tapi kalau Anda mengatakan stop MBG,
20:50saya akan tanya,
20:52memang Anda tidak ingin ya,
20:54masyarakat kelas menengah ke bawah,
20:56anak-anaknya itu bisa makan makanan bergizi?
21:00Mungkin juga Anda punya jawabannya.
21:02Tapi jawabannya itu harus dilontarkan, harus disampaikan.
21:04Karena itulah menurut saya penting jadinya kita diskusi.
21:07Oke, Mesa, cukup masuk akal tidak?
21:09Sebetulnya mungkin Mas Armando perlu meng-capture
21:12apa yang dikatakan mahasiswa itu secara utuh.
21:15Karena mungkin...
21:16Apa yang belum utuh menurut Anda?
21:18Jika hanya melihat demonstrasi atau tuntutan saja,
21:20pasti kami tidak akan bisa menjelaskan reasoning dari tuntutan itu.
21:25Karena nanti akan terlalu panjang.
21:26Tapi kalau misalkan Mas Armando melihat,
21:29misalkan kajian dari ansrat, kastrat,
21:32analisis strategisnya,
21:33itu pasti kami meng-capture reasoning dari
21:36mengapa misalkan BBM harus turun.
21:38Karena sesungguhnya memang ada permasalahan terkait geopolitik dan banyak hal.
21:44Indonesia hari ini rezim membuang-buang anggaran terlalu besar
21:49untuk program-program yang sesungguhnya itu bisa diefisiensikan.
21:53Dan anggaran itu bisa dialihkan
21:57untuk program-program yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.
22:04Misalnya apa?
22:05Misalnya, alih-alih Rp223 triliun digunakan untuk MBG,
22:10lebih baik justru untuk pendidikan gratis.
22:13Hingga perguruan tinggi.
22:14Tadi kita bicara tentang harga BBM.
22:16Pun juga bisa digunakan untuk subsidi juga.
22:21Rp335 triliunnya.
22:23Itu pun juga ada program-program lain yang kiranya mungkin sederhananya
22:28daripada banyak-banyak kunjungan luar negeri,
22:30bisa jadi anggaran itu bisa diakomodir atau direalokasikan untuk masyarakat.
22:36Pun juga daripada banyak kunjungan-kunjungan ke sosialisasi tadi,
22:44ya lebih baik digunakan anggarannya untuk program-program yang
22:48seperti apa yang diinginkan presiden-presiden di efisiensi tahun lalu misalnya.
22:55Sorry, saya potong.
22:56Karena saya tiba-tiba jadi berpikir begini,
22:58dengan teman-teman menggeruduk diskusi saat itu,
23:01apakah ada kecurigaan?
23:02Karena momentumnya bertepatan dengan banyak unjuk rasa terjadi oleh mahasiswa di banyak daerah.
23:06Apakah Anda punya kecurigaan dari teman-teman SEMA UGM
23:08bahwa ini upaya untuk meredam aksi unjuk rasa yang muncul di banyak daerah itu?
23:14Terkait peredaman, sesungguhnya tidak hanya dalam sosialisasi itu ya,
23:19tapi kita juga bisa melihat misalkan ada masa tandingan,
23:22ada aksi bayaran, ada banyak narasi-narasi yang coba dilontarkan
23:26untuk meng-counter apa yang coba kami sampaikan di publik,
23:30pun juga tentang kerasaan kami, tentang tuntutan kami,
23:33dan banyak hal yang kiranya menggembosan,
23:36ataupun juga upaya untuk meredam,
23:39tidak hanya melalui sosialisasi yang mendatangkan pejabat ke kampus,
23:43tapi juga dari gerakan-gerakan yang itu ditunggu lagi kepentingan politik.
23:48Peksas gak, Bang Ade?
23:49Enggak, saya masih ingin kembali ke soal yang tadi BPM tadi ya,
23:54sama bilang logikanya,
23:56harga Pertamax itu,
23:58Pertamax itu seharusnya disubsidi gak?
24:01Saya mau katakan, Pertamax adalah harga yang tidak disubsidi.
24:05Itu adalah kesepakatan kita dari dulu.
24:07Yang disubsidi adalah Pertalite,
24:09yang Pertamax mengikuti harga pasar.
24:11Tapi saya ulang,
24:12pemerintah dengan berusaha keras,
24:15mencegah jangan sampai ketika harga pasar sudah melambung tinggi,
24:20di Indonesia kita mengikuti harga pasar yang melambung tinggi itu,
24:24dan sejak dua bulan yang lalu kita seharusnya sudah menaikkan harga BBM Pertamax.
24:29Tidak dilakukan ini.
24:31Ini dilakukan baru sekarang.
24:33Karena sudah gak tahan.
24:36Karena kondisinya sudah memburuk.
24:37Saya berharap saja,
24:38kalau betul-betul berakhir ini perang,
24:40si Iran-Amerikan besok katanya mau tanda tangan.
24:43Sudah tekan.
24:44Sudah tekan ya.
24:45Tapi kan masih ada keraguan kan.
24:47Tapi kalau itu turun,
24:49ya musuhnya semua juga jadi turun lagi.
24:51Saya mau bilang bahwa pemerintah melakukan itu,
24:54ini memang saya akan kelihatan seperti orang pemerintah ya.
24:57Saya bukan orang pemerintah,
24:58saya tidak dibayar pemerintah,
25:00tapi saya ingin mengatakan menurut logika saya,
25:03banyak orang,
25:05ya wajarlah memang pertama saya harus naik.
25:08Saya juga terkena kok,
25:0916 ribu itu memang bukan,
25:11naiknya dari 12 ribu ke 16 ribu.
25:1230 persen lebih kan naik.
25:1430 persen lebih itu memang berat.
25:16Tapi itu adalah harga yang harus dibayar oleh masyarakat dunia.
25:20Bukan cuma Indonesia.
25:22Saya harus kembali ke diskusi.
25:23Tapi kembali, saya mau bilang.
25:24Tapi itu adalah,
25:26bisa enggak ada yang benar, saya yang salah.
25:28Bisa juga.
25:29Kita bisa beda pendapat di situ.
25:31Karena itu menjadi jauh lebih penting,
25:33memang kita melakukan diskusi-diskusi,
25:36daripada revolusi-revolusi.
25:38Anda merevolusi apa?
25:39Kalau pertanyaan yang sama saya sampaikan ke Anda,
25:42kalau kemudian ada kekhawatiran,
25:44diskusi yang berlangsung saat itu di UGM adalah upaya untuk meredam
25:47unjuk rasa yang banyak muncul di banyak daerah,
25:49cukup make sense enggak buat Anda?
25:52Saya ingin menggunakan kata meredam itu tidak dengan nada negatif ya.
25:57Karena ada banyak protes-protes,
25:59maka sekarang pemerintah menurut saya nih ya,
26:02dengan menurut saya lagi-lagi mungkin saya salah,
26:05pemerintah dengan berbesar hati mengatakan,
26:09oke Mas Budiman, Mas Nusron, Mas Sudaryono,
26:14berangkat ke Jogja.
26:15Saya enggak tahu di Semarang siapa yang turun.
26:17Saya enggak tahu nanti di mana lagi yang Anda bilang ya,
26:20ada daerah-daerah, turun.
26:21Ketemu dengan masyarakat.
26:23Mas Gibran aja sekarang ketemu dengan mahasiswa,
26:2615 mahasiswa datang, ketemu.
26:29Menurut saya itu adalah langkah yang Anda boleh ejek itu sebagai ala pencitraan,
26:34ala apalah ya,
26:36tapi mereka mengajak Anda bicara.
26:39Menurut saya ajakan semacam itu,
26:42tidakkah sebaiknya Anda terima dengan terbuka,
26:45dengan bahagia,
26:45dan Anda bisa ketemu dan Anda bisa kritik secara keras.
26:49Orang seperti Budiman dan kawan-kawan.
26:51Setelah teman-teman Sema UGM melakukan upaya itu saat diskusi di lingkungan UGM,
26:59apakah teman-teman mendapatkan ancaman?
27:01Karena memikirkan bahwa ini mendapat atensi banyak orang,
27:03teman-teman beraksi di tengah banyak orang juga,
27:05dan itu direkam oleh banyak kamera handphone,
27:08apakah teman-teman mengalami hal-hal seperti ancaman,
27:11persekusi, dan semacamnya?
27:13Banyak dari kami yang saat ini cukup rentan.
27:16Apa?
27:17Cukup rentan.
27:18Dalam hal ini, kami didoxing,
27:20dapat pesan dari orang tidak dikenal,
27:22pun juga di profiling,
27:23pun juga diikuti,
27:25dan nama-nama kami justru ada di tahap-tahap yang cukup kami harus waspada.
27:30Tidak lagi siaga, tapi harus waspada.
27:33Nah, ancaman-ancaman itu sejatinya juga seharusnya tidak meredam,
27:38atau tidak memupuskan apa yang kita perjuangkan.
27:40Dan dalam hal ini, perjuangan kami itu sejatinya diniatkan untuk kepentingan rakyat.
27:47Yang dalam hal ini mengacu lagi kembali,
27:48misal ketika membahas aksi di GIK,
27:52ketika membahas acara yang bertajuk Pancasila,
27:55itu kami sebagai universitas,
27:58yang diniatkan oleh kami sebagai mahasiswa di Universitas Gajah Banda,
28:01yang mana Universitas Gajah Banda memiliki 5-5 jati diri UGM,
28:05diantaranya adalah kampus perjuangan, kampus kerakyatan, dan kampus Pancasila.
28:09UGM juga punya pusat studi Pancasila.
28:11Maka ketika ingin berdiskusi di UGM,
28:14bukankah sebaiknya menghadirkan juga dari pusat studi Pancasila,
28:17dari akademisi, pun juga dari mahasiswa.
28:20Dalam hal ini, tidak ada satupun undangan yang kami dapatkan,
28:23pun ketika kami berkomunikasi dengan unsur-unsur lainnya.
28:26Oh, ternyata tidak dilibatkan juga.
28:28Jadi, terkait diskusi, itu agaknya justru bukan itu kepentingannya.
28:36Bukan untuk mendatangi kami, tapi bisa jadi hal-hal lain.
28:39Saya tidak tahu apa.
28:40Pun juga sebetulnya alih-alih jauh-jauh ke luar kota.
28:45Pak Prabowo pun juga jajarannya itu bisa hari Kamis datang ke depan Istana Merdeka
28:53untuk dialog di aksi Kamisan, misalnya.
28:56Nah, pun juga banyak hal yang saat ini unjuk rasa itu sebetulnya
29:01untuk memperlihatkan kegelisahan kita,
29:04untuk mengkritisi kondisi hari ini,
29:08dan juga memperlihatkan anak,
29:11sebetulnya apa sih yang sedang terjadi di Indonesia.
29:14Nah, dialoglah di tempat-tempat itu sebetulnya.
29:18Oke, dan di tengah aksi unjuk rasa di berbagai kota
29:22yang mengkritisi kebijakan pemerintahan Prabowo Gibran,
29:25tiba-tiba muncul aliansi BEM Bersatu
29:29yang menuding gerakan mahasiswa tersebut ditunggangi politik.
29:34Benarkah begitu?
29:37Kami, BEM Fakultas Bersatu,
29:39menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa
29:42oleh kepentingan politik praktis.
29:44Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat,
29:47bukan alat elit dalam perebutan kekuasaan.
29:50Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat,
29:52perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama.
29:56Sementara itu, program makan bergizi gratis
29:59yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat
30:03justru menjadi sasaran penolakan
30:05meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan.
30:10Di tengah aksi demo yang mengkritisi kebijakan ekonomi,
30:14aliansi BEM Bersatu justru menilai gerakan mahasiswa
30:19ditunggangi kepentingan politik.
30:21Kelompok ini bahkan mendukung program MBG
30:24berbeda dengan sejumlah aksi yang dilakukan mahasiswa di sejumlah daerah.
30:27Saya masih berdiskusi dengan Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM,
30:30Mesa, dan Pegiat Media Sosial Ade Armando.
30:33Ade mengganggu gak dari pernyataan BEM Bersatu ini buat Sema UGM?
30:37Sebetulnya sederhana sih Mas.
30:39Jadi ketika bahkan pemilik SPPG,
30:42banyak yang datang ke BGN untuk mendemonstrasi BGN
30:46karena danaannya tidak cair pun juga mereka teriak,
30:49bahkan masyarakat sipil dari berbagai unsur lapisan juga
30:52mendemonstrasi BGN.
30:54kira-kira kepentingan mana,
30:57kepentingan politik mana yang dimaksud oleh Universitas BEM Bersatu.
31:03Maaf, BEM Bersatu itu misalnya.
31:06Pun juga sebetulnya kiranya apa sih yang dibicarakan di ruang tertutup,
31:12apa sih yang kiranya juga ditukar pikiran, gagasan,
31:18atau pertukaran apa misalnya.
31:20Di ruang-ruang tertutup itu lalu selanjutnya membuat konfederasi Bers
31:25untuk misalnya men-statement dengan opini yang sangat unik
31:32dan sangat perlu nyali yang besar untuk men-statement seperti itu.
31:39Walaupun pada akhirnya sudah banyak kampus yang mengklarifikasi,
31:42bahkan yang paling saya ingat itu pernyataan dari dekan FISIP
31:45Universitas Nasional lewat keterangan resminya tertanda tangan oleh dekan
31:50menyebutkan bahwa tidak ada BEM di level FISIP.
31:53Sehingga kalau sudah banyak kampus termasuk tadi saya ambil contoh dari FISIP UNAS,
31:58teman-teman SEMA UGM mencium ada apa ini?
32:01Siapa yang punya kepentingan politik atau siapa yang punya kepentingan tertentu di sini?
32:04Kiranya itu yang lebih jauh mengkhawatirkan ya.
32:07Ketika misalkan mahasiswa mengklaim,
32:10misalkan mengklaim pergerakan, mengklaim organisasi, mengklaim-klaim untuk
32:15kiranya apa kepentingan dari klaim itu sendiri.
32:19Dan pun juga ternyata, oh dari dekanat, oh dari mahasiswa itu sendiri,
32:24oh mungkin dari rektoratnya itu berkata bahwa tidak ada organisasi ini.
32:29Misalnya.
32:30Ya itu sangat-sangat perlu diwaspadai sesungguhnya.
32:33Apa? Soal apa yang Anda khawatirkan?
32:35Untuk kepentingan yang mereka tuju, pun juga dari klaim dan banyak hal yang kiranya itu bisa menjadi
32:43konflik horizontal antara mahasiswa itu sendiri yang pertama.
32:47Pun juga untuk kepentingan dan juga untuk perbaikan yang lebih konstruktif ke depan,
32:53itu kiranya seringkali menggambat apa yang diinginkan oleh masyarakat luas.
32:59Ketika ada satu kelompok yang itu sudah dalam tanda kutip dibeli, pun juga ada satu kelompok yang
33:07misalnya dia cukup vokal, karena sudah bertukar ide gagasan atau apapun itulah,
33:13yang justru dijadikan alat untuk memvalidasi atau token dari program yang sesungguhnya,
33:20itu sudah sangat bermasalah misalnya.
33:23Siapa pihak dibalik gerakan BEM bersatu ini yang Anda curigai atau teman-teman SEMA UGM curigai?
33:31Tentu kami tidak bisa serta-merta langsung mengidentifikasi pun juga secara 100% yakin bahwa
33:41oh ini kepentingan ini, oh ini kepentingan itu.
33:44Tapi mungkin kiranya ketika mereka bertemu dengan siapa, kita bisa lihat afiliasinya,
33:51kita bisa lihat kepentingannya, kita bisa lihat mungkin arahnya juga.
33:55Dan dalam hal ini kami rasa antara mahasiswa pun juga masyarakat, pengguna media sosial,
34:01sudah mulai aware pun juga sudah mulai bisa jeli untuk melihat oh ini kepentingan dari mana.
34:09Anda sendiri punya perspektif yang sama enggak dari BEM bersatu itu bahwa
34:14aksi-aksi yang ada ini, mayoritas ini ada kepentingan politik praktis dibalik itu semua?
34:20Di Indonesia kita terlalu mudah ya saling menuduh ini.
34:24Misalnya Anda sendiri pasti juga pernah lah dituduh bahwa di belakang gerakan mahasiswa ini nih,
34:31BEM-nya UGM ini, ya ada orang-orang yang menyeplai dana.
34:34Nah saya kan sudah terlibat dalam gerakan mahasiswa di masa Orde Baru.
34:40Saya tidak ingin membantah bahwa ada yang membiayai memang, bukan membiayai,
34:44memberi bantuan lah ya, memberi makanan, memberi buat transportasi dan macam-macam.
34:49Jadi memang enggak sepenuhnya itu sebuah gerakan mahasiswa,
34:52tapi memang rasanya berlebihan lah untuk langsung menyatakan bahwa di belakang ini
34:57ada kepentingan-kepentingan tanpa kemudian menyebut atau mengidentifikasi
35:02yang dituduh sebagai pihak yang menyeplai gerakan-gerakan mahasiswa itu siapa.
35:07Sampai ada tudingan terafiliasi dengan partai tertentu, ada ikatan dengan anggota tertentu.
35:13Gampang kalau menurut saya, caranya adalah, mendingan ditanya ke orang itu.
35:17Anda jangan bilang hanya bikin kalimat-kalimat yang multi-interpretable seperti itu,
35:23bisa ditafsirkan dengan cara yang sangat beragam.
35:26Kalau Anda memang ingin mengatakan di belakang meza ini ada pihak-pihak tertentu membiayai dia,
35:32sebut aja siapa.
35:34Partai politik, partai politik yang mana.
35:36Menurut saya itu cara yang harusnya dibiasakan oleh kita.
35:40Jangan cuma mengatakan menurut sumber saya, menurut orang lain, bla bla bla.
35:46Itu penting.
35:47Dan saya sebetulnya juga, tadi saya udah mengeritik teman-teman BEMGEM ya,
35:52tapi saya juga harus mengeritik, apa namanya tadi?
35:54BEM Bersatu.
35:57Kalau mereka menyebut namanya BEM Bersatu, artinya memang anggotanya harus BEM.
36:04Gak bisa dong, Anda bukan BEM, Anda menyatakan diri Anda BEM Bersatu.
36:07Jadi sekarang mungkin perlu dipertegas, BEM-BEM mana saja itu, siapa orangnya,
36:13jangan sampai terjadi seperti yang Anda sebut di Universitas Nasional.
36:17Ya betul ya tadi ya, penas kan?
36:20Itu aja ditanya, Anda itu siapa saja? Anda jangan menyebut diri Anda BEM Bersatu,
36:26seolah-olah ini adalah sebuah organisasi yang mempersatukan BEM dari berbagai tempat.
36:30Nah itu jadi penting, karena sekarang ini terlalu mudah kita menyuarakan tuduhan,
36:37hardikan, bahkan jadinya fitnah gitu ya, secara terbuka dan kita sendiri terbiasa untuk menerima itu
36:46dan percaya begitu saja tanpa meminta orang tersebut untuk menyatakan secara tegas.
36:51Yang Anda maksud itu siapa?
36:53Oke, pada akhirnya gini juga Mesa, yang terpikir dengan beda posisi
36:57antara SEMA UGM dan beberapa aliansi mahasiswa lain dengan BEM Bersatu itu,
37:03orang jadi mikir, ini yang jenuin mendukung suara publik, harus kami percaya yang mana?
37:09Kalau Anda dari SEMA UGM, apa yang mungkin perlu publik pahami
37:13atau suara-suara aspirasi-aspirasi mahasiswa dari berbagai aliansi ini?
37:17Kalau gitu saya boleh tambahkan.
37:19Oke, tunggu, saya kasih kesempatan Sema Du.
37:20Alih-alih melihat jenuititas ataupun juga sikap untuk masyarakat,
37:27misalnya saya, saya hanya pengguna media sosial,
37:30saya melihat, oh ada dinamika di media sosial dan kira-kira siapa yang harus saya ikuti misalnya?
37:38Nah, lebih baik lihat substansinya daripada lihat lebih banyak mana orangnya,
37:44lebih banyak apa, mana misalkan dari substansinya ataupun hal-hal yang kiranya justru itu backingnya dan sebagainya,
37:54yang dalam hal ini lebih baik dilihat apakah substansi, apakah tuntutan, apakah suara kegelisahan itu juga mewakili diri kita.
38:02Diri saya sebagai pengguna media sosial misalnya, ketika itu mewakili suara kegelisahan kita, ya seharusnya kita mendukung juga.
38:09Tapi, seringkali memang kita terbawa dengan arus misalkan komentar, komentar-komentar yang itu tidak jenuin,
38:17buzzer, framing, dan lain sebagainya yang kiranya justru membuat kita jadi terbawa arus mengkonstruksi pikiran kita
38:24untuk memikirkan hal yang negatif juga.
38:27Dan dalam hal ini, kita masing-masing juga perlu untuk membuat suatu prinsip.
38:33Apa sih sebetulnya yang kita tuju? Apa sih sebenarnya yang kita inginkan?
38:36Dan dalam hal ini, kami di SEMA, misalkan Serikat Mahasiswa, harap apa yang menjadi kegelisahan rakyat,
38:45apa yang menjadi kegelisahan mahasiswa atau setidaknya Serikat Mahasiswa,
38:48itu memang berdasar dari kegelisahan masing-masing di antara kita.
38:53Dan itu tidak tergambar di aliansi BEMBER 1 itu menurut Anda?
38:55Sejauh ini apa yang disuarakan oleh aliansi BEMBER 1 itu tidak mewakili apa yang menjadi kegelisahan kami.
39:03Kira-kira seperti itu.
39:04Tapi, saya mau bilang begini, tapi ini juga penting untuk kita pahami bahwa sebetulnya suara mahasiswa itu tidak tunggal.
39:15Tapi mereka punya otoritas untuk mengatakan kami BEM.
39:19BEM itu adalah pemilihan langsung kan?
39:23Pemilihan langsung.
39:24Proses penentuan anggota BEM?
39:26Sorry, Serikat.
39:27Serikat Mahasiswa?
39:28Pemilihan internal?
39:29Pemilihan internal.
39:30Pemilihan internal.
39:32Tapi ada pemilihannya.
39:33Jadi, mereka punya otoritas untuk mengatakan kami mewakili sebetulnya mahasiswa fakultas.
39:38I don't know, UGM atau apa ya.
39:41Masalah dengan si BEMBER 1, pertanyaan besarnya adalah,
39:46Anda tuh punya hak gak untuk mengatakan Anda itu BEM persatu.
39:52Itu sebetulnya utamanya.
39:53Tapi sebetulnya di sisi lain, menjadi penting juga bagi kita untuk mengetahui bahwa tidak semua mahasiswa itu sejalan dengan cara
40:02berpikirnya.
40:03Teman-teman serikat, teman-teman BEM UI misalnya.
40:07Banyak juga yang misalnya sejalan dengan saya yang mengatakan bahwa gak gitu.
40:12Saya juga menganggap bahwa betapapun saya merasa bahwa kita harus mensejahterakan masyarakat,
40:19tapi kalau Pertamax itu ya terpaksa dinaikin.
40:22Misalnya gitu ya.
40:23Kembali soal BBM ini.
40:24Gak, saya mau bilang bahwa memang kita itu dalam demokrasi, demokrasi itu tidak pernah mengatakan kita harus pakat.
40:32Demokrasi itu tidak pernah mengatakan bahwa hanya boleh ada satu suara.
40:36Demokrasi selalu mengatakan diizinkan untuk beragam suara.
40:39Nah dalam hal ini teman-teman itu juga harus pahami itu ya.
40:44Bahwa sebetulnya kalaupun Anda menganggap bahwa pemerintah itu salah,
40:48tapi ini adalah pemerintah yang juga dipilih oleh, paling tidak presidennya dipilih oleh rakyat.
40:55Presidennya membentuk pemerintah.
40:56Anda gak setuju sama pemerintah ini, boleh gak Anda menyuarakan kritik keras Anda?
41:01Boleh.
41:02Anda boleh gak bilang bahwa presiden harus dimakzulkan sekarang?
41:06Boleh.
41:07Kalau baru ngomong.
41:08Ya, kalau cuma ngomong.
41:10Tapi kalau Anda sampai mengatakan revolusi-revolusi, saya ingin mengingatkan hati-hati dong bro.
41:16Oke.
41:16Kalau ngomong revolusi-revolusi, mendingan kita diskusinya tentang apa iya harga pertama harus sampai 16 ribu.
41:25Misalnya gitu ya.
41:25Atau mungkin Mas Armando ke depan kiranya perlu ketemu sama kawan-kawan BEM UI ya?
41:31Boleh, boleh.
41:33Saya juga orang yang menyaksikannya dari media kan.
41:37Media memberitakan dengan cara ya sesingkat itu.
41:41Nah dalam hal ini, yang tidak terjadi di Indonesia adalah diskusi.
41:46Bercakap-cakap.
41:47Oke.
41:47Bertemu, jadi kalau Anda cuma mengandalkan media sosial, media sosial itu yang Anda kutip itu cuma berapa menit?
41:54Dua, tiga menit kan.
41:56Yang saya sampaikan itu minimal sembilan menit misalnya.
42:00Oke.
42:00Sembilan menit aja udah pendek.
42:02Yang sebetulnya harusnya 60 menit kan gitu.
42:04Jadi kita harus memang membiasakan waktu-waktu untuk Anda dong bantu total politik tuh.
42:11Oke.
42:11Anda bisa minta total politik lain kali bikin acara itu.
42:16Jangan cuma ngundang tiga pejabat pemerintah, tapi juga undang apa Pancasila, lembaga.
42:22Pancasila, Pancasila.
42:25Sudah satu pekan aksi turun ke jalan dilakukan, namun hingga hari ini belum ada tanda-tanda aksi demonstrasi ini akan
42:32berhenti.
42:33Lalu sampai kapan aksi unjuk rasa ini digelar oleh mahasiswa?
42:37Saya masih berdiskusi dengan Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM MESA dan Pegiat Media Sosial Ade Armando.
42:43Sampai kapan kira-kira MESA untuk teman-teman mahasiswa atau sedidaknya SEMA UGM untuk berunjuk rasa merespons segala kegundahan, segala
42:53kegelisahan yang ada saat ini?
42:55Hingga keadilan di Indonesia ini betul-betul terwujud.
42:59Tidak hanya di teks, tidak hanya di justru hal-hal data-data yang itu dipilah untuk terlihat positif saja.
43:07Tapi kami akan berunjuk rasa hingga memang hal-hal yang kiranya saat ini bermasalah itu bisa diselesaikan dengan baik.
43:17Misalnya ketika kami berbicara tentang penggusuran lahan, masalah agraria, dan banyak hal yang sempat kami sampaikan juga di GIK,
43:29itu justru apa yang disampaikan sebaliknya.
43:33Justru apa yang diinginkan oleh mereka untuk datang ke sana misalkan.
43:40Padahal kita tahu, untuk diskusi, untuk data, untuk riset, dan lain sebagainya pun memang yang kami sebutkan adalah Pesta Babi,
43:50tapi Pesta Babi dalam hal ini tidak bisa disandingkan dengan Jurassic Park misalnya.
43:55Jurassic Park itu memang film fiksi, tapi Pesta Babi itu karya jurnalis.
44:01Yang karya jurnalistik yang punya syarat-syarat dan itu mencerminkan integritas dan keaslian dari data-datanya juga.
44:10Tapi kalau misalkan memang tidak percaya juga dengan Pesta Babi, kita bisa melihat ke data-data Greenpeace, data-data Walhi,
44:16data-data dari banyak lembaga riset lingkungan misalnya.
44:19Kalau kemudian keadilan itu tidak terwujud menurut teman-teman SEMA, akan demo lagi?
44:25Pada akhirnya tidak hanya kawan-kawan SEMA, tapi ketika kita semua gundah, masyarakat pasti akan turun ke jalan.
44:35Dan kita juga menjadi satu bagian dari masyarakat yang gundah itu juga.
44:40Maka demonstrasi itu tidak terhindarkan ketika memang tidak ada perbaikan.
44:44Ketika justru yang dikatakan oleh pemerintah saat ini, hanya retorika-retorika semua atau pemanis-pemanis paracetamol yang supaya kita diam
44:55saja.
44:55Pada akhirnya juga kita punya semacam imunitas, rihal.
45:03Oke mungkin sebelum-sebelumnya paracetamolnya satu pil saja untuk kita membuat kita diam.
45:09Tapi sekarang dikasih paracetamol terus ya bahkan satu pak pun tidak bisa membuat kita diam.
45:14Masalah sudah setelanjang ini, masalah sudah seterasa ini bahkan di Nasi Padang misalnya sudah naik harganya.
45:23Dan pertama meskipun Mas Armando punya pandangan, tapi antrian pertarit sudah sepanjang itu.
45:29Hal-hal yang kiranya memang sudah terasa pada akhirnya akan memicu gelombang masa aksi ke depannya.
45:40Dan dalam hal ini kita semua pasti gelisah.
45:44Dan dalam hal ini kita juga semua pasti akan ikut aksi.
45:48Ada saran kalau kemudian aksi ini makin panjang, Bung Ade?
45:52Saya minta maaf ya, saya sih merasa bahwa gelombang demonstrasi ini tidak akan berlangsung lama.
45:59Bukan karena keadilan sudah tercapai.
46:02Saya termasuk orang yang menganggap bahwa di Indonesia ada begitu banyak ketidakadilan.
46:05Dan itu memang pemerintah harus mengerjakan PR-nya nih untuk menyelesaikan berbagai ketidakadilan tersebut.
46:13Tapi saat ini kan seringkali orang bilang ini akan menjelang, akan bergerak ke arah reformasi dua.
46:21Saya tidak percaya itu.
46:23Patokannya?
46:24Enggak, masyarakatnya itu tidak lagi marah kok sekarang ini.
46:28Saya mungkin beda pendapat dengan teman-teman senat mahasiswa atau serikat mahasiswa.
46:33Serikat mahasiswa.
46:34Serikat mahasiswa.
46:35Itu kita tidak melihat bahwa orang itu sedang begitu marahnya menderitainya saat ini.
46:41Sehingga mereka akan bersedia untuk bersama-sama mahasiswa turun ke jalan dan menyerang pemerintah seperti tahun 98.
46:48Saya tidak percaya itu.
46:49Saya percaya apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah cukup kok untuk pelan-pelan ya.
46:56Pemerintah sendiri seperti sudah mulai sadar.
46:59Mereka melakukan kesalahan-kesalahan seperti misalnya ya akhirnya mereka tahu mengganti pimpinannya BGN.
47:07Itu sebenarnya bentuk-bentuk koreksinya.
47:09Yang kita harapkan sekarang adalah lebih banyak terjadi komunikasi antara mahasiswa dengan pemerintah, antara mahasiswa dengan DPR.
47:18Jangan salah ini ada DPR yang penting juga untuk diajak bicara.
47:22Sehingga kita tidak lagi terus-menerus marah.
47:24Satu pertanyaan yang sama singkat dijawab masing-masing.
47:27Setelah menggeruduk itu apakah teman-teman masih yakin bahwa akan ada diskusi di area kampus?
47:33Diskusi pada akhirnya dibutuhkan. Saya sepakat bahwa diskusi itu penting.
47:37Tapi diskusi seperti apa yang dimaksud?
47:39Kita punya ide terkait diskusi misalkan.
47:41Tapi selama diskusi-diskusi itu masih sama persis seperti di GIK kemarin,
47:48agaknya itu bukan yang kita perlukan.
47:50Setidaknya ketika mengadakan diskusi,
47:52dari pihak pemerintah dihadirkan,
47:55dari pihak akademisi dihadirkan,
47:57dari pihak mahasiswa dihadirkan.
47:59Jadi dari segala pikiran yang berbeda,
48:01itu ada tukar pikiran, tukar gegasan, tukar ide.
48:04Oke.
48:05Beneran Anda?
48:06Saya setuju dengan apa yang Anda katakan.
48:08Mungkin misalnya kita bisa kasih masukan ke total politik gitu ya.
48:12Atau ke TV Anda nih ya.
48:14Bahwa kalau Anda bikin acara,
48:16pertemukan dong.
48:17Sekarang nih ya, ceritanya saya yang membela pemerintah,
48:20dia yang mengkritik pemerintah.
48:22Ketemu berdua di tengah kan gitu ya.
48:24Itu harus kita terus lakukan.
48:25Tapi saya percaya komunikasi itu kunci.
48:28Ya kalau Anda ingin agar orang menerima pikiran orang lain,
48:32bisa memahami pemikiran orang lain,
48:34biarkan orang itu bicara pada Anda.
48:36Betapapun Anda nggak setuju dengan apa yang dia katakan,
48:39Anda harus bisa mengapresiasinya seperti kita sekarang lakukan.
48:43Dan disinilah ruang opini dibuka seluas-luasnya
48:45bagi siapapun yang ingin berpendapat,
48:46dan semoga bisa menjadi sumber informasi Anda.
48:48Bung Ade, terima kasih.
48:49Bung Mesa, terima kasih.
48:51Sudah bergabung dalam diskusi kali ini.
48:53Dan terima kasih juga untuk Anda yang sudah menyaksikan, Rosy.
48:55Jumpa lagi pekan depan.
48:56Saya Tifal Solaisa, tetap di Kompas TV.
48:58Independent. Terpercaya.
Komentar

Dianjurkan